Marak Penyelundupan, Ini Alasan Menteri KKP Buka Keran Ekspor Benih Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo (dok: Twitter)

MONITOR, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tengah disorot terkait kebijakan terbarunya membuka keran ekspor bibit lobster. Publik makin ‘melucuti’ menteri dari Gerindra itu setelah Susi Pudjiastuti mengkritik keras kebijakannya itu.

Mengenai kebijakan Kementerian KKP ini, Partai Gerindra dalam akun Twitter resminya @Gerindra turut pasang badan menjelaskan polemik tersebut. Gerindra meyakini Menteri Edhy tentu akan mempertimbangkan matang-matang rencana tersebut.

Misalnya, dari sisi skasus penyelundupan benih lobster yang meningkat pesat. Gerindra mengatakan, larangan ekspor benih lobster yang selama ini digalakkan Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti rupanya memunculkan masalah lain.

“Hal lain yang harus juga kita ketahui adalah larangan ekspor benih lobster selama ini ternyata membuat angka penyelundupan meningkat tinggi,” demikian cuitan akun Twitter Gerindra, Senin (16/12).

Lebih jauh, Gerindra menjelaskan bahwa upaya ekspor benih lobster ini harus dipertimbangkan selain melihat sisi nilai jualnya.

“Jadi perihal ekspor benih lobster ini tidak semata-mata hanya tentang nilai jual. Disaat kondisi permintaan benih losbter dari Vietnam sangatlah tinggi. Melarang benih lobster keluar dari Indonesia, di sisi lain penyelundupan komoditas tersebut justru meningkat,” jelasnya.

Gerindra secara tegas mengatakan, jika pemerintah terus membiarkan kasus penyelundupan benih lobster, maka Negara akan mengalami kerugian.

“Jika berbicara penyelundupan sudah jelas tidak ada ‘nilai jual’ lagi, tapi kerugian yang kita dapatkan,” tegas Gerindra.