Pengamat Minta Pembangunan LRT Pulogadung – Kebayoran Lama Dikaji Matang

Proyek LRT di Jakarta (dok: wikipedia)

MONITOR, Jakarta – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta bidang perkeretaapian, Aditya Dwi Laksana mengatakan, rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta membangun LRT koridor Pulogadung-Kebayoran Lama melalui PT Pembangunan Jaya patut dipertanyakan. Pihaknya menduga koridor yang akan dibangun belum memiliki kajian yang matang.

“Pemprov DKI harus punya rencana yang matang dalam membangun moda transportasi,” kata Aditya saat dihubungi, Kamis (12/12).

Aditya pun menjelaskan, pembangunan LRT di Jakarta pada 2015 itu memang rencananya dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Pembangunan Jaya di tujuh koridor.

Diantaranya yaitu Kelapa Gading-Dukuh Atas, dan Pulogadung-Kebayoran Lama. Namun, kata dia, untuk melayani event Asian Games 2018 lalu, pembangunan LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas hanya dilakukan hingga Velodrome. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pun ditunjuk untuk percepatannya.

Kemudian, lanjut Adit, lantaran tidak memiliki rencana yang matang dan tingkat kesulitannya lebih tinggi untuk melanjutkan pembangunan hingga ke dukuh atas, LRT Kelapa Gading -Velodrome pun dilanjutkan ke Jakarta Internasional Stadium (JIS) di kawasan Jakarta Utara.

“Apakah kelanjutan trase itu sudah ada kajiannya? Itu kan tiba-tiba. Rencana perpanjangan ke Tanah Abang itu satu contoh belum matangnya kajian trase. Padahal, trase itu penting agar moda transportasi terintegrasi,” pungkasnya.