PEMERINTAHAN

Kemendes Kembangkan Produk Unggulan Perdesaan di Karanganyar

MONITOR, Karanganyar – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terus menggenjot pengembangan produk unggulan di kawasan perdesaan melalui pengembangan beras organik di Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Wakil Menteri Desa, PDTT Budi Arie mengatakan esensi dari pembangunan kawasan perdesaan adalah mendorong produksi ekonomi memiliki nilai tambah dengan memadukan sektor hulu dan hilir, memperkuat posisi tawar terhadap pasar, tidak hanya sebagai penerima harga tetapi sebagai penentu harga serta mencegah kompetisi tidak sehat dengan menguatkan kolaborasi antar desa.

“Kita patut bangga dan menyambut dengan gembira pembangunan kawasan perdesaan pengembangan pertanian beras organik yang terletak di lima kecamatan di Kabupaten Karanganyar ini,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Karanganyar (11/12).

Kawasan dengan prukades beras organik ini, mencakup 15 Desa yaitu Kecamatan Karangpandan (Desa Ngemplak, Tohkuning, Bangsri), Kecamatan Mojogedang (Desa Gentungan, Pereng, Pedem, Mojogedang, Sewurejo), Kecamatan Kerjo (Desa Kuto, Kwadungan, Karangrejo), Kecamatan Jenawi (Desa Balong dan Seloromo) dan Kecamatan Matesih (Desa Ngadiluwih dan Gatiwarno).

Wamendes Arie menjelaskan bahwa pengembangan kawasan perdesaan Beras Organik ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya pertanian organik yang tangguh, berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Selain itu bertujuan mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan PDRB, ekspor, penciptaan lapangan pekerjaan, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperjuangkan kepentingan dan perlindungan terhadap petani.

Lanjut Arie, pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan Beras Organik telah berjalan melalui pengembangan kelembagaan berbasis komunitas dan kawasan. Salah satunya melalui pelatihan, pendampingan, dan stimulan usaha/peralatan usaha.

“Pelatihan tentang manajemen pengelolaan kawasan perdesaan dan kewirausahaan dilakukan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta,” terangnya.

Sedangkan untuk pendampingan dilaksanakan oleh pendamping kawasan perdesaan, kader pemberdayaan masyarakat desa, pendamping lokal desa, dan pendamping desa. Di kawasan perdesaan beras organik telah bekerja dua pendamping kawasan, yaitu di bidang teknis dan ekonomi.

Arie menjelaskan, dalam rangka sinergitas program sudah berjalan dengan dukungan lintas sektor Kementerian/Lembaga terkait berupa “Kluster Bisnis Padi” yaitu pertama, Kelompok tani Mulya Tani I memproduksi beras organik. Kedua, Bumdes ada di tujuh desa menyediakan sarana prasarana budidaya padi organik dan perdagangan beras. Ketiga, Bumdesma “Lawu Sejahtera” memproses hilirisasi agribisnis beras organik.

Keempat, Gapoktan di Desa Ngemplak berfungsi menjembatani kebutuhan petani di hulu agribisnis beras organik. Kelima, Asosiasi Petani Beras Organik Karanganyar (Apokat) sebagai sarana tukar-menukar gagasan. Keenam, telah terbentuk PT. Mitra Bumdes Karanganyar (MBK) dengan difasilitasi oleh BRI.

Selanjutnya, untuk pendanaan, ada KUR dari BRI dan dibayar setelah panen.
Selain itu ada Program Petani Go Online dari Keminfo yaitu membantu petani dalam proses pemasaran produk hasil pertanian. Selanjutnya ada program Lelang Digital dimana petani bisa mendapatkan harga terbaik dari komoditas yang dijual melalui platform lelang, program ini diinisiasi oleh Keminfo.

Selain itu ada juga Program Smart Farming berupa: Smart Sensor dan Smart Mapping dari UGM yaitu aplikasi handphone dimana petani dapat mengetahui petunjuk dan saran terbaik terkait cuaca dan kondisi tanah secara real time untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemupukan dan saprotan.
Dan terakhir bantuan sarana prasarana pertanian berupa Rice Milling Unit, Dryer, Sylo, lantai jemur dan embung kawasan.
 
“Dengan keberadaan kawasan perdesaan pengembangan pertanian “Beras Organik” diharapkan dapat mendorong laju percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa untuk menuju Peningkatan Usaha, Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat,” pungkas Arie.

Recent Posts

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

4 jam yang lalu

Petugas JMTO Ruas Balikpapan-Samarinda Lakukan Pengamanan Lajur Imbas Karhutla

MONITOR, Samarinda - Petugas operasional PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas Balikpapan–Samarinda (Balsam) sigap menangani…

4 jam yang lalu

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

4 jam yang lalu

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

11 jam yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

16 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

1 hari yang lalu