PARLEMEN

Bamsoet: Stabilitas Politik Kunci Indonesia Tak Terjerumus ke Jurang Resesi

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi para pelaku usaha industri dari mulai hulu hinggi hilir, untuk tetap gigih menggenjot aktifitas perekonomian, di tengah situasi perekonomian dunia yang sedang sulit akibat perang dagang Amerika – China.

Karena kegigihan pelaku usaha itulah, Bamsoet meyakini bahwa Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan yang relatif stabil.

“Di tengah banyaknya pilihan melakukan bisnis di sektor strategis, Bapak dan Ibu memberikan kepercayaan untuk berbisnis mengembangkan dan memajukan PT. Adedanmas, dealer resmi Mercedes-Benz. Walaupun dari perspektif industri, penjualan kendaraan sepanjang tahun 2019 cukup berat, termasuk bagi mobil kelas premium,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, saat menghadiri pengenalan pemegang saham PT Adedanmas, di Jakarta, Kamis (12/12).

“Namun dengan pemanfaatan strategi bisnis yang optimal dan dilandasi semangat optimistisme, saya yakin seiring perbaikan kondisi perekonomian, membaik pula pendapatan dan pengeluaran masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendapatkan info, sampai akhir tahun ini setidaknya maintenance market mobil kelas premium termasuk Mercedes-Benz ada di atas angka 46 persen. Tentu hal ini merupakan capaian yang harus diberikan apresiasi.

“Pencapaian ini tentunya didukung kerja keras yang dilakukan oleh para stakeholder. Saya meyakini para pihak di PT. Adedanmas telah berdedikasi optimal mencapai rencana bisnis yang telah ditetapkan dengan langkah tepat. Khususnya, memanfaatkan aspek-aspek pertumbuhan ekonomi, maupun penjualan melalui basis-basis konsumen secara langsung,” tutur Bamsoet.

Masih dikatakan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menuturkan, di tengah kondisi perekonomian yang semakin kompleks dengan beragam tantangan sekaligus peluang ini, stabilitas politik nasional menjadi kunci indikator agar Indonesia tak terjerumus dalam jurang resesi. 

“Selalu ada keterikatan antara kondisi politik dengan kondisi perekonomian suatu negara. Patut kita syukuri, bahwa kekhawatiran timbulnya gejolak politik yang mengganggu kondisi perekonomian nasional pasca Pemilu 2019, ternyata tidak terbukti,” ujarnya.

“Dan, hingga menjelang pergantian tahun 2020 ini, kondisi politik kita pun terpantau relatif stabil. Kondisi ini tentunya mendorong terwujudnya iklim perekomian yang semakin kondusif,” pungkas Bamsoet.

Recent Posts

100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Syukur atas Kemerdekaan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 1…

14 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

1 hari yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

2 hari yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

2 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu