Inas Nasrullah Miris LBP Sebut Pertamina Sumber Kekacauan

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Inas Nasrullah Zubir (Foto: Facebook)

MONITOR, Jakarta – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang mengatakan bahwa Pertamina sumber kekacauan menuai perhatian publik.

Mantan Anggota Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir misalnya. Ia mengaku miris dengan pernyataan yang disampaikan LBP terkait Pertamina.

“Sangat miris ketika membaca argumen LBP yang mengatakan bahwa Pertamina adalah sumber kekacauan! Kok bisa LBP menyepelekan kerja keras Jokowi di periode 2014-2019 yang lalu?” tanya Inas dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (10/12).

Padahal, sambung dia, di era kepemimpinan Presiden Jokowi lah, pengelolaan Pertamina jauh lebih baik. Bahkan, imbuh politikus Hanura itu, menjadi sangat profesional.

“Belum lama saya pensiun dari Komisi VI DPR-RI, dan salah satu mitra-nya adalah Pertamina, sehingga saya paham betul bahwa sejak pemerintahan Jokowi, Pertamina jauh lebih baik dan dikelola menjadi lebih profesional,”ujarnya.

“Serta salah satu keberanian Jokowi di Pertamina yang fenomenal adalah diberangus-nya mafia migas!” tambah dia.

Disisi lain, ujar Inas, di tengah perbaikan tersebut ikut andil karyawan dan jajaran direksi Pertamina yang sedang berkerja keras untuk menjadikan Pertamina dikelas dunia.

“Padahal juga karyawan dan direksi Pertamina sedang bekerja keras menjadikan Pertamina sebagai NOC kelas dunia! Pasti menyakitkan deh argumen LBP tersebut bagi karyawan dan direksi Pertamina,” pungkasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menaruh harapan besar pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).
Luhut menyebut bahwa banyak hal yang harus dibenahi di Pertamina.

“Pak Ahok itu akan sangat bagus mengawasi Pertamina, karena Pertamina sumber kekacauan paling banyak itu. Biar aja di situ,” kata Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12).