Dirjen GTK: Guru Tak Bisa Digantikan Teknologi

Advertorial

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano memberikan arahan terkait program dan kebijakan pembinaan guru pendidikan dasar

MONITOR, Jakarta – Sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Guru Nasional (HGN), Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar melalui Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan (Kesharlindung) menyelenggarakan Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019.

Simposium tersebut dihelat di Hotel Swiss-Bellinn Kemayoran, Jakarta pada 28 November s.d. 1 Desember 2019. 

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano memberikan arahan terkait program dan kebijakan pembinaan guru pendidikan dasar. Supriano mengajak para guru SD dan SMP untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045.

Bonus demografi yang dialami Indonesia harus disyukuri dengan intervensi yang baik terhadap kebijakan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Supriano membagi resep sukses di abad 21 yaitu orang yang mampu memanfaatkan otak kanan dan otak kirinya.

Ia juga mengungkapkan tentang kemajuan teknologi yang dapat menggerus sejumlah pekerjaan konvensional serta menghadirkan peluang pekerjaan yang sekarang belum terbayangkan.

“Pekerjaan berulang-ulang bisa diganti dengan teknologi, tapi kalau guru, sampai kapan pun tak bisa digantikan teknologi,” ujar Dirjen GTK, Supriano.

Supriano juga mengurai tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“Kalau sekadar pelajaran, bisa blended learning, tapi ada yang lebih dari itu yaitu guru jadi contoh, guru itu pendidik,” jelas Supriano.

Ia juga berpesan kepada para guru untuk memberikan pertanyaan kepada siswa yang melatih critical thinking.

Contohnya jika dulu pertanyaannya, ‘Bogor dikenal sebagai kota?’, maka kini pertanyaannya ‘Mengapa Kota Bogor menjadi kota hujan?’.