Anies Sebut Oposisi Tak Suka Program-Program Pemprov DKI Berhasil

509
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai memimpin upacara (dok: Asep/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat melalui rapat Badan Anggaran, sepakat untuk mengurangi jumlah Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dari 67 orang menjadi 50 orang.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut, pemangkasan terhadap anak buahnya tersebut dikarenakan ada pihak oposisi yang selalu mengkritisi setiap keberhasilan kerja-kerja yang dilakukannya.

“Kenapa pihak oposisi sangat keras pada TGUPP? Karena TGUPP efektif bekerja membuat program-program gubernur berhasil,” kata Anies kepada wartawan di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Selasa (10/12).

Tak hanya itu, Anies pun menyebut kritikan oposisi ini tak hanya di alamatkan kepada TGUPP melainkan selalu diarahkan kepada program-program yang berhasil dilakukan.

“Dimana ada program kami yang berhasil. Disitu oposisi selalu melontarkan kritik-kritiknya,” pungkas Anies.

Diketahui, keinginan Fraksi PDI-P untuk mencoret anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dalam APBD DKI 2020 tak di dengar. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Pemprov DKI yang digelar Senin (9/11) para wakil rakyat Jakarta akhirnya menyepakati usulan anggaran untuk TGUPP tetap lolos.

Namun demikian kalangan DPRD DKI meminta jumlah anggota TGUPP dikurangi menjadi 50 orang dari jumlah sebelumnya 67 orang.

“Kita sepakati jumlah TGUPP hanya 50 orang,” ujar Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi saat memimpin rapat Banggar.