PDIP Sarankan Menteri BUMN Restrukturisasi Struktur

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (dok: Tribunnews)

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan alat Indonesia untuk memajukan seluruh aspek kehidupan, tidak hanya sisi ekonomi semata.

Karena itu, ia menegaskan bahwa setiap petinggi BUMN harus menjaga perilakunya dan meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

“Di dalam pelaksanaannya, manajemen dari korporasinya harus kedepankan aspek profesionalitas untuk mencapai kinerja baik dalam perspektif keuangan, internal growth, kemudian perhatian terhadap konsumen,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/12).

“Karena itulah, berbagai perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat, ya, seharusnya tidak boleh dilakukan,” tambahnya.

Masih dikatakan politikus asal Yogyakarta ini mengaku punya pengalaman bekerja selama 12 tahun di PT Rekayasa Industri. Berdasarkan pengalaman itulah, sambung Hasto, dirinya memahami iklim korporasi, manajemen dan sirkulasi keuangan pada BUMN secara umumnya.

Ia pun juga menilai jika struktur BUMN yang ada saat ini masih telalu gemuk.

“Untuk itu kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu,”papar dia.

Oleh karena itu, Hasto mendorong setiap BUMN dapat mengembangkan inti usahanya. Dengan begitu dapat membangun kedaulatan di bidang pertahanan, pangan, energi, keamanan dan keuangan, bisa terwujud.

“Kemudian juga hal-hal terkait infrastruktur karena itu menghubungkan wilayah Indoensia yang begitu luas, konektivitas itu menjadi penting,” jelas Hasto.

Alumni Universitas Gajah Mada ini juga menyarankan agar Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya, terutama untuk fokus memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN. Caranya dengan menata BUMN kembali supaya tatanannya sejalan dengan inti bisnisnya.

“Harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya,” pungkas dia.