Kementan Fasilitasi Kerjasama UMKM untuk Pengembangan Pangan Lokal

Foto: Istimewa

MONITOR, Yogyakarta – Mengembangkan pangan lokal berbasis UMKM merupakan langkah penting agar pangan lokal memiliki daya saing yang kuat.

“Acara Gelar Pangan Lokal Berbasis UMKM ini sejalan dengan komitmen Presiden RI untuk mengembangkan dan memberdayakan UMKM, sehingga hasil dan kualitas produk olahan dari UMKM dapat meningkat,” demikian dikatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya pada acara Talkshow Pangan Lokal Berbasis UMKM
di Titik Nol kota Yogyakarta, Minggu (8/12/2019).

Menurut SYL, Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan UMKM, terutama yang bergerak di sektor pertanian.

Pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian meliputi diseminasi teknologi untuk mengefisiensikan proses produksi dan mendekatkan UMKM terhadap akses pasar, serta memberikan akses modal dengan cara merintis kerja sama dengan perbankan.

“Kami juga telah melakukan kerja sama untuk memberikan KUR kepada UMKM sektor pertanian sebesar 30 triliun rupiah. Langkah
ini akan dilanjutkan dengan perbankan Iainnya untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM sektor pertanian,” ujar SYL.

Upaya yang dilakukan Kementan menurut SYL sangat strategis dan tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh pihak yang terkait.

“Peran penting pemerintah daerah untuk turut mendorong pengembangan UMKM juga harus ditingkatkan. Selain itu, kami mengharapkan pihak perbankan untuk dapat terus memberikan kemudahan kepada UMKM dalam mengakses kredit, serta pihak swasta untuk dapat menumbuhkan kemitraan dengan UMKM dalam produksi, pengolahan dan pemasaran pangan lokal,” tambah SYL.

Dalam laporannya Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan, Indonesia memiliki potensi UMKM yang sangat besar, di mana 99% dari total pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM yang mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Selain itu, 90% pangan yang beredar di Indonesia adalah produk dari UMKM.

“Acara Gelar Pangan Lokal Berbasis UMKM ini, sebagai upaya untuk mengembangkan pangan lokal berbasis UMKM dalam rangka mengurangi Food Loss, meningkatkan nilai tambah pangan lokal, memberdayakan UMKM, menumbuhkan kemitraan serta mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan lokal dan untuk mengurangi food waste,” jelas Agung.

Sehari sebelumnya, BKP Kementan juga menggelar acara FGD yang dihadiri sejumlah pakar untuk memberikan pemikiran dan ide strategis guna pengembangan pangan lokal berrbasis UMKM.

Dalam rangkaian acara Gelar Pangan Lokal ini juga diadakan Lomba Menggambar dengan tema “Aku Cinta Pangan Lokal”. Lomba ini diikuti 150 pelajar Sekolah Dasar se-kota Yogyakarta.