DPD: Indonesia Perlu Manfaatkan Jaringan Jalur OBOR Tiongkok

31

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan bahwa Indonesia perlu memanfaatkan keberadaan jaringan informasi negara-negara yang berada pada jalur OBOR Tiongkok.

Hal itu disampaikan Nono dalam keterangan tertulisnya disela-sela kunjungan kerja yang dilakukan DPD RI ke Tiongkok untuk melakukan sejumlah pertemuan, diantaranya dengan China-ASEAN Information Harbor, di Kantor Pusat Beijing, Minggu (1/12).

“Indonesia perlu memanfaat jaringan ini agar bisa memiliki koneksi tentang berbagai hal terutama pertukaran informasi jaringan pasar perdagangan global sehingga memudahkan proses ekspor dan impor berbagai komoditas Indonesia,” kata Nono.

Dalam kesempatannya itu, delegasi senator yang berkesempatan berkunjung kesalah satu BUMN di bidang Digital Tiongkok China-Asean Information Harbour (CAIH) itu diterima langsung CEO CAIH Shen Wei.

Shen Wei menyampaikan bahwa CAIH siap mendukung pemerintah Indonesia untuk mencapai perkembangan digitalisasi Indonesia maupun perkembangan industri 4.0, dan untuk membangun Internet Data Center lokal untuk menunjang keamanan big data yang belakangan menjadi isu kritis pada era digital saat ini.

Dimana saat ini proses kerjasama dan negosiasi antara CAIH dengan Telkom dan Telkomsel sedang berlangsung.

Menanggapi hal itu, Nono menyatakan bahwa DPD RI siap mendukung kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan siap membantu komunikasi dengan stakeholder di dalam negeri guna merealisasikan kerjasama.

“Kami, DPD RI, siap membantu komunikasi dengan instansi terkait di Indonesia untuk merealisasikan berbagai peluang kerjasama bisnis yang dapat memberi manfaat bagi rakyat kedua negara”, pungkas Senator asal Maluku tersebut.

Untuk diketahui, turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPD RI, yakni Fachrul Razi (Prov. Aceh), Stefanus B.A.N Liow (Sulut), Andi Muh Ihsan (Sulsel), Angelius Wake Kako (NTT), Namto Roba (Malut), Filep Wamafma (Papua Barat) serta Prof Yenni Thamrin (Ketum IDN-China) dan pejabat KBRI Beijing.