PENDIDIKAN

Dirjen GTK: Pendidikan Adalah Investasi Masa Depan

MONITOR, Jakarta – Guru harus terus melakukan inovasi dalam pembelajaran. Jika ini mampu dilakukan secara terus menerus maka akan menghasilkan perubahan yang sangat luar biasa bagi siswa. 

Hal ini disampaikan  Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano saat menyampaikan pengarahan pada malam penutupan dan penganugerahan pemanang Lomba Karya Inovasi Pembelajaran Bagi Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, di  Aston Marina Ancol, Sabtu malam (30/11/2019). 

Supriano mengajak agar guru benar-benar terus melakukan inovasi dalam pembelajaran. Pasalnya setiap masa pasti mengalami perubahan. Maka dalam mendidik siswa pun harus tidak henti-hentinya melakukan inovasi sesuai dengan perubahan jaman.

Dia mencontohnya, saat ini manusia sangat bergantung dengan smart phone. Sehingga semua aktivitas pun akan terasa ada yang hilang kalau tidak menggunakan smart phone. 

Bahkan ini pun sudah masuk ke para pelajar, mereka sangat bergantung pada benda yang satu ini. Perubahan ini harus menjadi bahan renungan bagi para guru untuk melakukan inovasi pembelajaran.  

“Kecerdasan manusia sudah bergeser ke smart phone. Ini yang dialami generasi milenial. Dan mereka lebih berfikir instan dan cenderung tidak sabar. Maka guru harus memahami ini dan melakukan inovasi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut dia pun mengajak para guru agar tidak boleh mengukur kecerdasan siswa dengan ukuran guru. Tapi harus memberikan ruang untuk dialog dengan peserta didik dan melihat potensi yang dimiliki siswa. 

“Jika anak memiliki potensi dalam bidang olahraga, guru fisikia bisa mengkaitkan fisika dengan olahraga. Intinya guru harus melakukan inovasi, dan guru harus sering berdiskusi dengan guru BK. Sehingga mengetahui apa yang dimau oleh siswa,” ujarnya. 

Pada kesempatan ini, dia pun berpesan kepada guru yang mengikuti perlombaan ini agar terus melakukan inovasi. Dan bener-benar mengaplikasikan inovasi yang sudah diikutkan dalam perlombaan ini dalam pembelajaran di kelas, dan  terus mengembangkannya. 

“Jangan sampai inovasi ini tidak dilakukan. Ini harus dipraktikan dalam pembelajaran di sekolah. Dan jika tidak mempraktekan lebih baik dicabut gelar juaranya,” ujar Supriano yang disambut dukungan oleh peserta. 

Dan dia pun berpesan, mendidikan anak adalah investasi masa depan. Maka itu, lakukan profesi guru sebaik-baiknya untuk menyambut 100 tahun Indonesia merdeka. 

“Kita mengajar bukan untuk saat ini. Tapi murid-murid kita saat ini adalah generasi produktif pada tahun 2045. Jika sekarang kita telah menyiapkan generasi yang berkualitas maka Indonesia akan mengalami kejayaan. Ini adalah jasa para guru seperti kalian,” ujarnya.

Recent Posts

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

1 jam yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

2 jam yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

5 jam yang lalu

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Kreatif Bali, Pemerintah Perluas Akses Pembiayaan dan Digitalisasi

MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…

7 jam yang lalu

Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Hemat Energi dan Tertib Ihram Sejak Embarkasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk…

7 jam yang lalu