POLITIK

Pemilihan Presiden Balik ke Tangan MPR, Demokrat Ingatkan Nasib Rakyat

MONITOR, Jakarta – Wacana amandemen UUD 1945 terus bergulir baik di kalangan elit Senayan bahkan lapisan masyarakat. Salah satu wacana yang disorot adalah pemilihan Presiden akan dikembalikan sepenuhkan kepada MPR, bukan rakyat Indonesia.

Hal ini membuat Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Hinca Panjaitan angkat bicara. Ia tak sepakat jika pemilihan umum dikembalikan lagi di tangan MPR RI.

“Jika suara-suara sumbang untuk membalikan kembali pemilihan umum ada di tangan MPR, maka jelas sekali kita sedang memaksa rakyat untuk hidup dalam kurungan imajinasi mereka lagi,” sindir Hinca Panjaitan, Kamis (28/11).

Politisi asal Asahan, Sumatera Utara, ini mengingatkan fase dimana seluruh rakyat Indonesia memperjuangkan adanya sistem demokrasi.

“Ingatlah masa dimana kita menginginkan demokrasi yang sempat samar dan dirasa hambar oleh rakyat. Ketika pekik dan jeritan suara kita menggema tuk meminta hak memilih secara langsung calon pemimpin tanah air ini,” terangnya.

Ia tak mau, wacana ini ramai diperdebatkan dan menjadi kepentingan sesaat bagi sebagian elit partai politik negeri ini. Menurut Hinca, hal itu sangat menyakitkan.

“Kita seolah lupa, betapa sakitnya berpolitik jika peta pertarungan hanya tersaji di meja para elit. Padahal, kemenangan kita dalam meraih kesempatan untuk turut memilih pemimpin ialah awal dimana negara yang sentralistis korporatis nan tertata rapi perlahan lenyap,” tandasnya.

Recent Posts

Mahfuz Sidik Prediksi Rentetan Peristiwa Tak Terduga di Politik Global

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik Indonesia mengatakan, pemerintah Indonesia…

21 menit yang lalu

HAB-80 Kemenag di Ciamis, Doakan Indonesia Damai dan Maju

MONITOR, Jakarta - Jelang Pukul 19.00 Stadion Galuh Ciamis sudah mulai ramai. Masyarakat berpakaian gamis…

5 jam yang lalu

Wajah Baru Pelatihan Petugas Haji 2026, Disiplin dan Profesional

MONITOR, Jakarta - Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun…

6 jam yang lalu

Kemenag Cairkan BSU 2025 untuk 211 Ribu Guru Madrasah Non ASN

MONITOR, Jakarta - Kabar baik datang dari Kementerian Agama di awal 2026. Bantuan Subsidi Upah…

10 jam yang lalu

Adik Jadi Tersangka KPK, Ketum PBNU Pastikan Tak Intervensi Kasus Haji

MONITOR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil…

23 jam yang lalu

Gus Yaqut Tersangka Kasus Kuota Haji, Kuasa Hukum: Kami Hormati Proses Hukum di KPK

MONITOR, Jakarta - Penasihat hukum mantan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), angkat…

24 jam yang lalu