Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana menhadiri acara ASEAN-Republic of Korea Commemorative Summit Welcoming Dinner di Hotel Hilton, Busan pada Senin (25/11) malam. (Foto: BPMI Setpres)
MONITOR, Busan – Presiden Joko Widodo menginginkan wilayah Semenanjung Korea damai dan stabil. Pesan itu diungkapkan orang nomor wahid di Indonesia ini saat menghadiri acara Leaders’ Retreat Luncheon di APEC Nurimaru House, Busan, Selasa (26/11) lalu.
“Indonesia ingin melihat Semenanjung Korea yang damai dan stabil,” ujar Jokowi, sebagaimana dikutip Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan di Lotte Hotel, Busan, Selasa (26/11) malam.
Jokowi mengatakan, wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur merupakan kawasan terbesar yang memiliki kekuatan ekonomi sangat besar. Jika dibangun sinergi, kata Jokowi, maka power economic power akan semakin besar dan tentunya memerlukan jaminan keamanan dan stabilitas.
Menlu mengatakan, Presiden memberikan dukungan bagi upaya yang sudah dilakukan oleh Presiden Moon untuk terus melakukan engagement dengan Korea Utara.
“Presiden mengatakan penting juga bagi kita ASEAN untuk terus mengirimkan pesan perdamaian yang sama kepada Korea Utara (Korut),” jelas Menlu.
Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan mengenai pentingnya denuklirisasi karena tanpa denuklirisasi maka tidak akan mungkin terwujud perdamaian dan stabilitas di kawasan Semenanjung Korea.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan…