Gerindra Yakin Proses Pemilihan Wagub DKI Bakal Mandek, Ini Alasannya

25
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif,(dok: Asep/Monitor)

MONITOR, Jakarta – Partai Gerindra mengaku pesimis pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI akan berjalan mulus. Alasannya, hingga saat ini PKS masih ngotot untuk mempertahankan calon wagub pilihannya.

“Saya yakinkan proses pemilihan Wagub DKI tak mengalami perkembangan apabila PKS tak memunculkan nama atau calon baru, salah satunya calon yang diusulkan Gerindra,. Pokoknya saya optimis mandek lah,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, Syarif.

Menurut Syarif, ada dua alasan ketika proses pemilihan Wagub berjalan mandek. Pertama, karena figurnya tak dikenal. Kedua, kurangnya lobi-lobi ke Fraksi DPRD DKI.

“Penyebabnya bisa dua hal, karena calonnya dan komunikasinya,” terangnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta ini pun meminta PKS untuk memilih satu nama dari empat yang diusulkan Gerindra menjadi calon Wagub. Dalam pemilihan ini, Gerindra menyerahkan sepenuhnya pada PKS.

Adapun empat nama calon baru Gerindra yang diajukan ke PKS jadi cawagub DKI, yakni Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, dan Ketua DPP Partai Gerindra Ariza Patria.

“Kita minta dipilih satu dari empat nama itu,” pinta Sekertaris Komisi D DPRD DKI ini.

Setelah dipilih satu nama dari Gerindra, nantinya ada dua nama cawagub dari PKS satu dan Gerindra satu. Kemudian mereka bertarung untuk merebut jabatan Wagub DKI.

“Ketentuan UU kan dari partai pengusung mencalonkan satu orang calonnya, sehingga ada dua calon untuk dipilih,” pungkasnya.