Ekses Media Sosial Terhadap Persoalan Agama Perlu Diwaspdai

Foto: Istimewa

MONITOR, Semarang – Ekses media sosial terhadap persoalan keagamaan perlu diwaspadai, antara lain dengan munculnya fenomena pendangkalan otoritas keagamaan. Hal itu dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Lakpesdam NU, Rumadi pada Forum Dialog dan Literasi Media Bijak Bersosial Media, Sabtu (23/12) di Semarang.

Forum yang di inisiasi oleh KALAM Walisongo dengan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, mengambil tema Bijak Bersosoal Media, dengan menghadirkan nara sumber Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Widodo Mukiyo dan M. Nafis Junalia Intelektual Muslim Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Rumadi, kita harus mewaspadai terhadap kecenderungan di masyarakat terutama anak-anak muda, yang menjadikan medsos sebagai rujukan otoritas keagamaan, yang hanya bergantung pada figur- figur yang menjadi bintang medsos.

Alumni UIN Walisongo ini mengkhawatirkan dengan munculnya figur yang lahir dari “pasar gelap” ustaz yang dianggapnya berpotensi merusak tradisi keilmuan yang sangat menekankan pada sanad ilmu, dan merusak moderatisme dan toleransi, jika figur-figur yang di rujuk tersebut tidak mempunyai wawasan moderatisme dan toleransi dengan baik.

Padahal menurut Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, moderatisme dan
toleransi itulah yang menjadi basis kekuatan bangsa Indonesia.

Rumadi berkharap masyarakat untuk tidak perlu panik menyikapi fenomena itu, tetapi perlu kewaspadaan dengan ekses negatif medsos yang ditimbulkan. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk teknologi berbasis internet adalah bagian dari peradaban manusia dan selalu membawa dampak positif dan negatif.

Ratusan mahasiswa, alumni dan santri pondok pesantren mengikuti Forum Dialog Publik yang dirangkai dengan kegiatan “Kominfo dan Kalam UIN Walisongo Bersholawat”. Hadir Ketua Umum Keluarga Alumni (KALAM) UIN Walisongo Lukman Hakim, Sumiati Sesditjen IKP Kominfo, Adnan Kepala Biro AAK, Para Dekan dilingungan UIN Walisongo dan civitas akademika lainnya.

Muhammad Nafis Junalia Intelektual Muslim Indonesia mengatakan saat ini hampir semua hal dalam kehidupan ini bisa di deteksi dengan teknologi. Salah satunya internet yang menjamur.

Mantan Wakil Rektor II UIN Walisongo ini mengatakan, saat ini muncul era transformasi dari analog menuju digital yang mendatangkan banyak konsekuensi. “Era digital merupakan tempat penyimpanan segala sesuatu dan akan mendatangkan pekerjaan baru yang belum dikenal selama ini”, terang Nafis.

“Era digital juga akan mengambil alih 50% pekerjaan otot dan otak, karenanya kita harus mengantisipasi perubahan-perubahan itu dengan baik saat ini dan yang akan datang”, katanya.

Bagi Nafis, Forum Dialog Publik yang mengangkat tema cerdas dan bijak bersosial media ini sangat penting, setidaknya akan mendewasakan komitmen kebangsaan dan keagamaan kita.(RB)