Tagihan Layanan Kesehatan Membengkak, Menkes Terawan Akan Bertemu Dirut BPJS

Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto (dok: Jawapos)

MONITOR, Jakarta – Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto mengaku kaget mendengar banyak sekali masalah yang ada dalam pelayanan kesehatan. Pada kasus Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan misalnya, ia mendapati laporan tagihan membengkak pada pelayanan jantung senilai Rp10,5 triliun.

Untuk menindaklanjuti laporan itu, Terawan mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan. Ia sendiri kaget saat mendapati temuan review jurnal ilmiah yang menyebutkan pengobatan dengan obat-obatan tidak lebih baik dari stent ataupun operasi.

“Ya contoh pelayanan jantung sampai Rp10,5 triliun loh tagihannya. Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang mengatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan itu tidak lebih, tidak efisien dibandingkan stent, operasi, dan sebagainya,” ujar dr. Terawan kepada awak media di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).

Lebih lanjut ia mengungkapkan dalam permasalahan operasi bedah melahirkan atau sesar, ia melihat adanya indikasi-indikasi seksio ternyata naik luar biasa, yakni Rp5 triliun lebih. Dari hal-hal tersebut, ia menilai ternyata seksio begitu banyak sekali sampe 45 % perbandingannya.

“Itu kan menunjukkan kita tidak dalam grade yang baik. Nah itulah yang maksud saya berlebihan dan ternyata tidak menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi atau anak secara nasional kan percuma duit dikeluarkan,” terangnya.