Soroti Defisit Anggaran, Jokowi Minta Menkes Perbaiki Tata Kelola BPJS

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Istana (dok: IG Jokowi)

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan perhatian besar terhadap masalah kesehatan di Indonesia. Dalam rapat terbatas (Ratas), ia mengungkapkan total peserta BPJS Kesehatan hingga bulan Oktober mencapai lebih dari 222 juta orang.

Dari jumlah tersebut, ia memaparkan 60 persen ditanggung oleh negara yakni 96 juta Penerima Bantuan Iuran yang dibiayai APBN, 37 juta disubsidi pemerintah daerah, dan 17 juta dari keluarga besar TNI-Polri.

“Artinya, peserta BPJS Kesehatan yang sudah disubsidi oleh pemerintah sekitar 150 juta jiwa!” terang Jokowi kepada menterinya, di Istana, Kamis (21/11).

Ia meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk betul-betul fokus membenahi tata kelola BPJS Kesehatan, yang belakangan ini terus disorot publik. Terlebih, data menunjukkan BPJS Kesehatan terus mengalami defisit anggaran.

“Saya memberi penegasan agar tata kelola BPJS Kesehatan terus dibenahi dan diperbaiki untuk mengatasi persoalan defisit saat ini,” tegas Jokowi.

Selain itu, ia meminta Menkes untuk melakukan langkah-langkah pembaruan yang inovatif dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan ini harus menjadi sebuah gerakan yang melibatkan semua pihak, baik yang di sekolah maupun masyarakat.