Setuju Ahok Pimpin Pertamina, Demokrat: Marah-marahnya Kadang Kita Butuhkan

15351
Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon (dok:Rmol)

MONITOR, Jakarta – Rekam jejak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama memimpin Jakarta menjadi perhatian banyak kalangan, bahkan tak luput dari penilaian Menteri BUMN Erick Tohir.

Ahok belum lama ini memenuhi panggilan Erick Tohir di kantornya. Santer terdengar kabar, ia akan mengisi pos di BUMN papan atas yakni PT. Pertamina (Persero). Erick menginginkan Ahok untuk membantu mengelola BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, melihat Ahok mempunyai pengalaman di perusahaan dengan sangat baik. Di bidang kebijakan dan pelayanan publik, kata dia, kemampuan Ahok tak diragukan lagi.

“Kedua pengalaman ini sangat spesifik yang kami lihat untuk menempatkan Pak Ahok di BUMN. Transparansi keuangan dari Ahok akan sangat kuat dan pelayanan publiknya. BUMN berharap dibantu Pak Ahok,” ujar Arya kepada wartawan.

Hal serupa juga dilontarkan Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon. Ia menilai, BUMN butuh sosok tegas dan keras seperti Ahok. Tak dipungkiri, Ahok memang dikenal sebagai pemimpin yang keras terhadap bawahannya. Ia seringkali marah apabila anak buahnya tidak bekerja dengan baik.

Jansen mengatakan, kebiasaan Ahok marah-marah kepada bawahannya ini sangat dibutuhkan bagi BUMN yang mengurusi pelayanan publik seperti PLN dan Pertamina. Dengan begitu, ia berharap jajaran petinggi BUMN tersebut bisa diarahkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Marah-marahnya pak Ahok ini juga kadang kita butuhkan. Asal marahnya ini untuk tujuan perbaikan ya. Kalau di PLN atau Pertamina ditempatkan karena ini jenis BUMN pelayanan publik, cocok sekali menurut saya. Biar dia tatar dan “marahi” dulu petinggi-petinggi BUMN itu agar kerja beres,” terangnya.