Ahok Diminta Pimpin BUMN, Demokrat: Kalau Bisa Diberi PLN atau Pertamina

9154
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (dok: tribunnews)

MONITOR, Jakarta – Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok semakin melejit usai bertemu Menteri BUMN Erick Tohir, Rabu (13/11) kemarin. Eks Gubernur DKI Jakarta ini digadang bakal mengisi salah satu pos di PT. Pertamina, BUMN terbesar yang mengelola penambangan minyak dan gas bumi.

Ahok memang dikenal sebagai pejabat yang sangat berani. Ketegasannya memimpin Pemprov DKI Jakarta sebelum Anies Baswedan, ditakuti banyak kalangan termasuk anak buahnya sendiri. Ia tak segan memecat jika ada jajarannya yang berkinerja buruk.

Di luar kontroversinya, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menilai kemampuan Ahok layak dibutuhkan bagi BUMN kelas atas yang mengurusi hajat hidup banyak orang. Ia yakin, kemampuan Ahok sangat mumpuni.

“Saya yakin pak Ahok ini punya kemampuan mumpuni. Kalau bisa pak Ahok ini diberikan BUMN besar, yang mengurusi hajat hidup orang banyak mas Erick, seperti PLN atau Pertamina. Jangan BUMN yang “ecek-ecek”. Agar kemampuannya tersalurkan pas!” ujar Jansen memberikan pertimbangan, Kamis (14/11).

Menurut Jansen, kebiasaan Ahok yang kerap memarahi anak buahnya sangat cocok diterapkan di BUMN sekelas PLN atau Pertamina. Mantan suami Veronica Tan ini, dikatakan Jansen, diperlukan untuk menatar para petinggi BUMN agar kerjanya optimal.

“Marah-marahnya pak Ahok ini juga kadang kita butuhkan. Asal marahnya ini untuk tujuan perbaikan ya. Kalau di PLN atau Pertamina ditempatkan karena ini jenis BUMN pelayanan publik, cocok sekali menurut saya. Biar dia tatar dan “marahi” dulu petinggi-petinggi BUMN itu agar kerja beres,” terangnya.