Politisi Gerindra: Tidak Ada Alasan TGUPP DKI Dicoret!

32
Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S. Andhyka (dok: Asep/Monitor)

MONITOR, Jakarta – Komisi A DPRD DKI Jakarta sudah mencoret pengajuan anggaran untuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI dalam KUA-PPAS. Namun belakangan muncul anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, S.Andhyka, yang menyatakan akan mengusahakan agar anggaran TGUPP DKI sebesar Rp 19 triliun tersebut tetap bisa masuk dalam APBD DKI 2020.

“Sah-sah aja Komisi A mencoret anggaran untuk TGUPP, kan nanti ada rapat besar Badan Anggaran (Banggar) besar yang menentukan apakah anggaran TGUPP itu benar dicoret atau tidak,” ujar Andhyka melalui pesan tertulisnya kepada MONITOR.

Menurut Anggota Komisi C DPRD DKI ini, anggaran TGUPP harus tetap dipertahankan.

“Bagi saya tidak ada alasan bagi dewan mencoret anggaran TGUPP. Karena TGUPP sudah memberikan bukti dengan membantu gubernur dalam melakukan percepatan pembangunan di Ibukota. Buktinya, saat ini sudah banyak pembangunan yang dilakukan di Jakarta,” ujar Andyka.

Dikatakan Andhyka, anggaran TGUPP tak perlu dipersoalkan karena Anies sudah memenuhi janji-janji politiknya.

“Sekarang kita bicara dari segi perencanaan dan hasil aja. Program-program, janji-janji gubernur sekarang sudah bisa kita lihat. Jadi jangan cuma bisa teriak wah ini gak ada. Kita lihat saja janji-janji gubernur mana yang sudah terlaksana,” katanya.

Diketahui, sikap komitmen Komisi A DPRD DKI untuk mencoret anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI, tak perlu diragukan. Dalam rapat kerja terakhir Komisi A DPRD dengan pihak eksekutif, Komisi A akhirnya mencoret anggaran yang diajukan oleh Bappeda Rp 19 miliar.

“Ya, kami di Komisi A sudah memastikan mencoret anggaran TGUPP,” tegas anggota Komisi A Gembong Warsono kepada MONITOR di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/11).

Gembong yang juga duduk sebagai Ketua Fraksi Ketua PDIP ini mengatakan, setelah di nol kan atau dicoret oleh Komisi A, nasib anggaran TGUPP kini ada di tangan rapat besar Badan Anggaran (Banggar) Dewan. “Pintu terakhirnya nanti di Banggar besar,” terangnya.

Namun Gembong yakin, rapat Banggar akan melakukan hal serupa seperti Komisi A mencoret anggaran TGUPP tersebut.