Wamenag RI, Zainut Tauhid Sa'adi (dok: republika)
MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengimbau semua kalangan berhenti memperdebatkan masalah ucapan salam. Ia khawatir polemik tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama.
“Kami menghargai adanya berbagai pandangan dan pendapat baik yang melarang maupun yang membolehkan, semua itu masih dalam koridor dan batas perbedaan yang dapat ditoleransi,” ujar Zainut Tauhid, dalam keterangan persnya, Selasa (12/11).
Ia meminta semua pihak membangun pemahaman yang positif, mengembangkan semangat toleransi dan merajut tali persaudaraan yang baik antar sesama saudara Muslim, persaudaraan kebangsaan maupun persaudaraan kemanusiaan.
Selain itu, Waketum MUI ini juga mengimbau para pemimpin umat beragama untuk melakukan dialog guna membahas dan mendiskusikan masalah tersebut dengan cara kekeluargaan.
“Sehingga masing-masing pihak dapat memahami permasalahannya secara benar,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka mendalam atas…
MONITOR, Cirebon - Penataan ruang laut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perikanan tangkap…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor guna mendorong kinerja industri…
MONITOR, Jakarta - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah dilaksanakan di Moskow pada 8 Desember…
MONITOR, Jakarta — Di tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan,…
MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…