Prabowo: Konsep Pertahanan Rakyat Semesta Akan tetap Dipertahankan

338
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto rapat kerja dengan Komisi I DPR RI (dok: dpr)

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan doktrin pertahanan rakyat semesta akan tetap dipertahankan. Ia mengakui, konsep pertahanan dan keamanan negara selama ini tidak terlepas dari keikutsertaan komponen pendukung atau di luar militer.

“Selama ini pertahanan kita harus mendasarkan dan menggunakan pertahanan rakyat semesta,” ujar Prabowo Subianto, saat menyampaikan visi misi dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (11/11).

Meskipun Prabowo juga mengakui, secara teknologi, bangsa Indonesia tentu tidak akan mampu mengalahkan kecanggihan teknologi bangsa lainnya. Namun jika bicara soal pertahanan negara, bangsa Indonesia bisa melakukan konsep tersebut.

“Kita tidak usah terlalu membuka diri tapi kita mengerti dan memahami, karena secara teknologi kita tidak bisa mengalahkan teknologi bangsa lain, tapi pertahanan atas konsep rakyat semesta ketika kita mendesak (ancaman pertahanan,red) dapat dilakukan,” tegas ketua umum DPP Partai Gerindra.

Ia pun menjelaskan, dalam doktrin pertahanan dan kemananan negara Indonesia, sesungguhnya bersifat defensive bukan offensive.

“Mengenai doktrin Hamkamneg kita bersifat defensive bukan offensive, tidak berniat untuk mengganggu bangsa lain, tapi juga kita tidak akan membiarkan wilayah (negara) kita terganggu,” jelasnya.

“Dan itulah doktrin kita selama ini dimana semua komponen (pendukung) masyarakat wajib menjadi pertahanan negara, dan ini yang akan menjadi fokus untuk pertahanan kita kedepan nantinya,” pungkasnya.