Pemprov DKI anggarkan 170 Miliar Rupiah untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

341

MONITOR, Jakarta – Terminal Kampung Rambutan akan direvitalisasi pada 2020 mendatang. Anggaran pembangunan terminal Rp 170 Miliar sudah disetujui DPRD DKI.

Kepala Unit Pengelola (UP) Terminal DKI Jakarta, Muslim mengatakan, pada 2020 mendatang, pihaknya hanya akan merevitalisasi satu terminal yakni di Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Nantinya, terminal kampung rambutan akan direvitalisasi dengan bangunan baru dan terintegrasi dengan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

“Konsepnya tidak terintegrasi dengan hunian. Hanya terintegrasi dengan moda transportasi LRT Cibubur Cawang,” kata Muslim, di Gedung DPRD DKI Jakarta Jumat (8/11)

Muslim menjelaskan, pada 2020 pihaknya mengusulkan untuk membangun dua terminal dengan konsep modern. Diantaranya yaitu terminal rawa buaya dan terminal kampung rambutan. Namun, karena lahan rawa buaya seluas 10 hektare dan lima hektarnya ingin dijadikan depo Mass Rapid Transit (MRT) Barat-Timur, usulan pembangunan terminal di rawa buaya dicoret dan dialihkan ke terminal kampung rambutan.

Selain itu, kata Muslim, pihaknya juga akan meningkatkan fasilitas terminal dalam rangka pemenuhan standar pelayanan terminal di tujuh terminal dalam kota. Diantaranya yaitu terminal Tanjung Priok, Grogol, Senen, Pulo gadung, Ragunan, Pasar Minggu dan PGC.

“Kita murni revitalisasi untuk moda transportasi. Sekarang sedang dalam tahap Detail Engineering Design (DED),” ungkapnya.

Muslim mengklaim bahwa peningkatan jumlah penumpang angkutan darat semakin banyak seiring dengan peningkatan layanan moda melalui program Jak Lingko. Untuk itu, peningkatan layanan terminal harus dilakukan guna menambah kenyamanan penumpang angkutan umum.

“Ada 20 terminal dan baru lima yang sudah direvitalisasi pada tahun sebelumnya. Seperti di terminal Rawamangun dan pinang Ranti,” ujarnya.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga, menuturkan, pada awalnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan terminal kampung rambutan Rp 60 Miliar karena ingin menggunakan tahun jamak. Padahal, dengan sekali tahun anggaran saja, pembangunan bisa dapat diselesaikan. Untuk itu pihaknya sepakat ada penambahan sebesar Rp110 miliar dari usulan awal.

Selain itu,, karena adanya kebutuhan pengintegrasian jangka panjang antara terminal dengan LRT, TransJakarta, Jak Lingko dan Bus AKAP.

“Tentu kita sangat mendukung karena Terminal Rambutan ini merupakan kepentingan masyarakat banyak,” ungkapnya.

Ke depan, politisi PDI Perjuangan tersebut berharap, lewat pengintegrasian Terminal Kampung Rambutan, volume kemacetan di Jakarta bisa berkurang. Hal tersebut seiring dengan tingginya antusiasme warga pengguna transportasi umum.

“Saat ini kita lagi mendorong angkutan massal diminati masyarakat dan ini salah satu caranya agar angkutan massal gampang di akses. Kalau sudah terintegrasi mudah-mudahan macet dan polusi bisa teratasi juga,” tandas dia.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta lainbya, Abdul Aziz, mengamini hal itu. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, revitalisasi Terminal Kampung Rambutan sangat penting untuk mendukung budaya menggunakan transportasi umum.

“Kami ingin semakin ada kenyamanan agar lebih banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum,” pungkasnya.