Kritisi Anies soal Anggaran Formula E, PSI: Jangan Gaya-gayaan

420
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memberikan keterangan pers

MONITOR, Jakarta – Fraksi PSI DKI Jakarta kembali menyoroti anggaran yang dirancang Pemprov DKI Jakarta. Kali ini, partai yang dikenal baru di Kebon Sirih itu mempertanyakan anggaran untuk ajang balapan Formula E yang bakal digelar di Jakarta.

Anggota Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo mengatakan, jangan sampai Pemprov DKI hanya menghamburkan anggaran fantastis hanya sekadar gaya-gayaan di mata masyarakat internasional.

Namun jika misi yang dibawa Anies adalah mengenlkan mobil listrik ramah lingkungan, kata dia, hal tersebut tetap harus dipertimbangkan dan dipersiapkan.

“Kalau cuma hanya memperkenalkan mobil ramah lingkungan, mobil listrik, ya sebaiknya harus dipersiapkan dulu sarana lain, seperti membangun pom pengisian setrum mobil itu. Jangan tiba-tiba menggelar event yang menghamburkan uang banyak dan cuma gaya-gayaan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta memasukkan biaya atau commitment fee untuk penyelenggaraan Formula E dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019

Pada rapat Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 di ruang Komisi E, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019), pemprov DKI kembali mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 934 miliar.

Dalam draf yang diajukan tertulis pagu anggaran indikatif sebesar Rp 934 miliar. Rinciannya 22 juta poundsterling untuk biaya penyelenggaraan dan 35 juta euro untuk asuransi. Jika dikonversi dengan menggunakan rupiah (1 poundstreling Rp 17.205), maka 22 juta poundsterling jadi Rp 378,46 miliar.