Dirjen GTK: TNI AD Mengajar, Salah Satu Langkah Strategis Pemerintah dalam Memeratakan Pendidikan

Advertorial

42
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano

MONITOR, Jakarta – Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Dalam Proses Pembelajaran di Kelas Kepada Personel TNI AD Pada Satuan Pendidikan di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdalam telah resmi dibuka.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano yang hadir sekaligus membuka kegiatan bimtek ini di Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa jika melihat dari program bimtek tahap 1 yang telah dilakukan para prajurit yang mengikuti kegiatan tersebut merasakan manfaat yang didapat sangat baik untuk mereka.

“Ini menjadi kegiatan tahap kedua, sebelumnya telah dilaksanakan tahap pertama pada Maret 2019. Menurut hasil evaluasi tahap pertama, para prajurit yang ditugaskan di Malinau dan Nunukan merasakan manfaat yang baik dari bimtek yang telah dilakukan. Para prajurit ini juga membantu mengajar peserta didik dengan materi dan teknik yang bervariasi serta menyenangkan. Inilah hasil yang tentu kita harapkan,” ungkap Supriano pada pembukaan bimbingan teknis di lapangan Yonif 133/Yudha Sakti Kota Padang, Selasa (5/11/2019).

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan evaluasi yang baik di tahap pertama tentu program ini akan terus dilanjutkan karena merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam rangka mencapai tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya menyambut baik program ini untuk dilanjutkan. Terlebih dengan hasil evaluasi yang baik untuk tahap pertama. Program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam rangka mencapai tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan ini sebagai pelengkap bukan menjadi pengganti guru seutuhnya. 

“Yang akan dilakukan ini adalah sebagai pelengkap, artinya bukan sebagai pengganti guru, ketika di satuan pendidikan yang nantinya berada di tempat mereka bertugas tidak ada guru, maka kami berharap seluruh prajurit ini mampu mengisi kekosongan tersebut. Kekosongan bisa terjadi karena daerah yang sulit dijangkau dan sebagainya, kondisi yang seperti itu, bagaimanapun juga menjadi tanggung jawab kita. Itu yang harus diperhatikan,” ujarnya.

“Selain itu, ini juga sejalan dengan rencana Presiden dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, Indonesia maju. Tentunya kita tidak berpikir hanya di satu sisi saja mencerdaskan anak-anak di perkotaan, tetapi juga seluruh Indonesia, mulai dari perbatasan hingga daerah terpencil sekalipun,” tambahnya.

Pentingnya pemerataan pendidikan di Indonesia menjadi perhatian khusus. Anak-anak yang berada di daerah 3T pun di 100 tahun kemerdekaan Indonesia akan menjadi tulang punggung bangsa. Supriano mengungkapkan semua itu akan menjadi baik apabila diintervensi dengan baik juga.

“Kemerdekaan Indonesia ke 100 tahun, 26 tahun ke depan, anak-anak ini akan menjadi tulang punggung bangsa. Kalau tidak diintervensi dengan pendidikan dan kecakapan yang baik, mereka akan menjadi beban bangsa. Tetapi sebaliknya jika diintervensi dengan karakter dan motivasi yang baik, mereka akan menjadi sumber daya manusia yang unggul di 100 tahun kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Tak lupa ia berpesan kepada para prajurit untuk  memberikan yang terbaik kepada anak-anak Indonesia baik tentang literasi maupun karakter bangsa.

“Berikanlah yang terbaik untuk semua, baik itu tentang literasi maupun karakter. Literasi tidak.hanya membaca saja, apakah itu literasi NKRI, budaya ataupun berhitung. Berikan yang terbaik, doronglah anak-anak di tempat kalian bertugas agar bisa berkomunikasi yang baik dengan kreativitas dan inovasi yang baik juga,” pesan Supriano.

“Jadilah kita sebagai agen perubahan melalui pendidikan. Menuju Indonesia Maju, SDM pun harus unggul. Semuanya ada di tangan kita,” tutupnya.