PARLEMEN

Wacana Amademen, Bamsoet: Nilai-nilai Adat dan Budaya Tidak Boleh Ditinggalkan

MONITOR, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan nilai-nilai adat dan budaya tidak boleh ditinggalkan dalam menjalankan setiap sendi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

Sejalan dengan itu, menyikapi usulan MPR RI 2009-2014 untuk melakukan amandemen terbatas terhadap UUD NRI 1945 dalam menghadirkan Haluan Negara, MPR RI 2019-2024 juga akan menggunakan pendekatan melalui kebudayaan.

“Keberadaan Pasal 32 UUD NRI 1945 yang menjamin kehadiran negara dalam memajukan kebudayaan nasional ditengah peradaban dunia, serta penghormatan dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional, tidak akan diganggu gugat. MPR RI tak akan bergerak mundur dengan menghilangkan nilai-nilai sakral budaya bangsa dalam amandemen terbatas UUD NRI 1945,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, saat menerima Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Senayan, dimuat Rabu (6/11).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menambahkan, amandemen terbatas UUD1945 tidak akan mengubah pasal-pasal terkait adat dan budaya. Terlebih, sambung dia, saat ini generasi muda banyak yang kurang memahami nilai-nilai budaya bangsa.

“Jika kini banyak generasi muda bangsa yang terlihat gagap terhadap budaya nasional, sesungguhnya itu bukan kesalahan mereka pribadi. Melainkan kesalahan kita semua sebagai para senior yang tak bisa mewariskan nilai-nilai agung budaya tersebut kepada generasi muda. Tantangan terbesar ini yang perlu kita jawab bersama,” jelas politikus Golkar itu.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) ini mengajak Majelis Adat Kerajaan Nusantara bersama dengan MPR RI sebagai ‘Rumah Kebangsaan’ untuk tidak kenal lelah menyebarkan dan menanamkan nilai kebudayaan kepada para generasi bangsa. Untuk itu, tiada cara yang lebih cepat selain menjadi teladan.

“Sebagai penjaga dan pelestari nilai-nilai kearifan dan kebudayaan lokal, MPR RI dan MAKN punya tantangan yang tak ringan. Apalagi saat ini derasnya informasi teknologi dan dahsyatnya media sosial, turut mempermudah masuknya budaya asing ke dalam diri generasi muda kita.”

“Sikap dan tindak tanduk kita yang sudah senior inilah yang menjadi rujukan para generasi bangsa. Jika ingin generasi bangsa kental dengan nilai-nilai budaya, maka harus dimulai dari diri kita pribadi,” pungkas Bamsoet.

Recent Posts

Mahasiswa UIN Jakarta dan UI ungkap Model Keberlanjutan Wakaf Rumah Sakit di GLOW 2026

MONITOR, Jakarta - Integrasi tata kelola syariah dan model bisnis hibrida menjadi kunci keberlanjutan wakaf…

14 jam yang lalu

Kemnaker Buka Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc PHI hingga 22 November

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan pembukaan Seleksi Administratif Calon Hakim Ad Hoc Pengadilan…

16 jam yang lalu

Teken MoU, Kemenag dan Al-Azhar Buka Peluang Double Degree hingga Riset Bersama

MONITOR, Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, memperkuat kemitraan…

19 jam yang lalu

Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Situasi Timur Tengah

MONITOR, Jakarta - Menyikapi perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini, Kementerian Haji…

1 hari yang lalu

Multatuli Justice Law Firm Lebak Dorong Kesadaran Hukum dan Akses Pendampingan bagi Masyarakat

MONITOR, Lebak — Multatuli Justice Law Firm hadir di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memberikan pelayanan…

1 hari yang lalu

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

2 hari yang lalu