Undiksha Rutin Gelar Pemilihan Remaja Berbudi Pekerti

Finalis Lomba Remaja Budi Pekerti, Foto: Tribun

MONITOR, Jakarta – Pemilihan Remaja Budipekerti sebagai program unggulan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidiikan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja (Undiksha) mendapat perhatian publik.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati misalnya. Ia mengapresiasi pemilihan yang rutin diadakan Undiksha setiap tahunnya itu. Hal itu disampaikan Wagub Cok Ace saat menerima BEM Undiksha terkait penyelenggaraan Pemilihan Remaja Berbudipekerti XV Tingkat Nasional Tahun 2019, di Kantor Gubernur Bali, Selasa (5/11).

Menurut dia, pemilihan remaja Berbudipekerti sangat penting di tengah kemorosotan nilai-nilai karakter mengarah pada perilaku hedonis dan indvidualis dikalangan pemuda yang jauh dari nilai budaya bangsa. Sehingga, kegiatan itu sebagai satu momen sangat tepat dalam mengembalikan karakter siswa menuju arah yang lebih baik.

“Terlebih mereka akan kembali ke sekolah masing-masing dan diharapkan dapat menyebarkan pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama perlombaan,” kata Wagub Cok Ace.

Dalam kesempatannya itu, Wagub Cok Ace juga medorong Universitas di Bali Bekerjasama dengan Universitas Luar Negeri, sedangkan untuk komponen penilaian nanti akan didasarkan pada lima komponen yang meliputi; Penilaian Sekolah, Tes Kepribadian, Karantina dan Grand Final wawasan remaja tentang budi pekerti, pendidikan karakter dan pertahanan keamanan.

“Nantinya, peserta yang berhasil masuk 10 besar akan diterima langsung di Undiksha tanpa mengikuti tes disemua fakultas kecuali fakultas Kedokteran”, ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua BEM Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha Ayu Ratnasari menyampaikan, pemilihan remaja Budipekerti ini merupakan program unggulan dari BEM Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha yang dilaksanakan rutin setiap tahun.

Kegiatan ini memperebutkan piala bergilir Gubernur Bali dan piala tetap Rektor Undiksha. Kegiatan yang melibatkan peserta tingkat SM/SMK/MA se-Indonesia tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 12-15 November 2019.

Masih dikatakan dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan kemampuan non-intelektual, seimbang dengan pengembangan kemampuan intelektual dikalangan siswa SMA/SMK/MA di Indonesia.

Seperti diketahui, berbagai macam tampilan disuguhkan mulai dari musik bambu Sekolah Dasar (SD) binaan Nurlin Surunuddin, istri Bupati Konsel, selain itu musik angklung serta tarian tradisional Sultra, Lariangi menghibur 12 Gubernur, 71 Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia, termasuk 23 duta dari 16 perwakilan negara sahabat serta enam lembaga besar internasional.