Datangi KPK, Massa AMPK Minta Korupsi Pengadaan Alkes RS Rujukan Banten Diusut Tuntas

919

MONITOR, Jakarta – Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penegak Keadilan (AMPK) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung merah putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (5/11).

Mereka mendesak KPK agar menuntaskan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Banten, yang diduga melibatkan mantan Wakil Gubernur Banten, Rano Karno.

“Segera usut tuntas kasus yang diduga melibatkan Rano Karno,” ujar Koordinator AMPK, M. Fawwaz di depan gedung merah putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menetapkan tersangka pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Banten.

“KPK harus independen dalam menetapkan tersangka dan jangan main mata dengan Rano Karno,” tambah Fawwaz.

Ia menjelaskan, selama ini KPK terombang-ambing dengan persoalan RUU KPK yang dianggap melemahkan, maka saatnya KPK membuktikan bahwa KPK masih mendapat kepercayaan rakyat dengan bukti kinerja yang profesional.

“KPK harus mampu membuktikan kinerja yang profesional dengan mentersangkakan seluruh pihak yang terkait khususnya Rano Karno,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Komisaris Utama PT Balisific Pragama, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, didakwa melakukan korupsi dalam pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun Anggaran (TA) 2012.

Menurut jaksa penuntut umum KPK, Wawan dan pihak lainnya telah menikmati uang dari kasus korupsi tersebut.

Salah satu yang disebut ikut menikmati uang dugaan korupsi ialah mantan Gubernur Banten yang kini menjadi anggota DPR, Rano Karno. Rano disebut mendapatkan uang Rp 700 juta dari kasus ini.

“Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu telah memperkaya Rano Karno sebesar Rp 700.000.000,” kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK saat membacakan surat dakwaan Wawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (31/10).