Disparbud DKI Didesak Aktif Promosikan Kepulauan Seribu

Salah satu panorama di Kepulauan Seribu (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Komisi B DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta untuk lebih gencar mempromosikan wisata Kepulauan Seribu. Hal itu untuk mendong minat masyarakat mendatangi kawasan tersebut.

Anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim mengatakan, untuk setiap tahunnya, wisatawan asal mancanegara yang berkunjung ke Kepulauan Seribu tren angkanya cenderung selalu menurun.

“Ini salah satu pekerjaan rumah kita. Salah satunya dengan menggencarkan promosi hingga pariwisara disana berdampak pada perekonomian warga,” kata Afni di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (5/11).

Ia menyarankan Disparbud mengandalkan teknologi informatika, seperti membuat aplikasi khusus juga memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan yang ada di Kepulauan Seribu.

“Ini semua untuk mempermudah orang-orang agar bisa mendapatkan informasi tentang kegiatan yang ada di Kepulauan Seribu,” ujarnya.

Dalam usulan anggaran KUA-PPAS 2020, Disparbud DKI mengusulkan anggaran promosi wisata sebesar Rp 3 miliar. Kemudian Rp 1 miliar untuk pembinaan pelaku seni, dan Rp 525 juta untuk pendamping pelaku usaha wisata.

Kepala Sudinparbud Kabupaten Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia mengakui memang untuk saat ini promosi wisata Pulau Seribu masih sangat kurang.

“Menurut hasil survei kami, memang sangat kurang promosi. Terbukti warga Jabodetabek saja yang tahu tentang kegitan disana baru 32 persen, mereka tahu ada Pulau Seribu, tapi tidak tahu isinya apa, berapa biaya kesana, apa saja yang bisa dilihat dan program-programnya,” katanya.

Cucu menuturkan, pada tahun 2020 pihaknya akan terus berupaya meningkatkan promosi melalui media sosial, serta mengadakan pameran di pusat perbelanjaan.

“Makanya itu kita akan genjot promosi lewat sosial media yang bersifat selling, seperti pameran di Mall dan info-info media mainstream,” pungkasnya.