Ketimbang Cadar, Muhammadiyah Minta Menag Urusi Madrasah atau Guru Diniyah

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (dokL: net)

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyarankan sebaiknya Menteri Agama Fachrul Razi tidak berlama-lama mempersoalkan cadar dan celana cingkrang ataupun pembacaan doa dalam bahasa Indonesia. Ia mengingatkan, masih banyak persoalan umat yang harus diperhatikan Kementerian Agama.

Hal itu diungkapkan Abdul Mu’ti menyikapi pernyataan Menag Fachrul Razi yang belakangan menjadi bola panas di tengah masyarakat.

“Masih banyak persoalan Kementrian Agama yang saya kira perlu diutamakan oleh Pak Fachrul Razi dibanding persoalan cadar, celana cingkrang, do’a dalam bahasa Indonesia atau yang lainnya,” kata Abdul Mu’ti saat diwawancara awak media, Sabtu (2/11).

Menurutnya banyak persoalan keumatan yang harus diurusi, misalnya masalah kualitas lembaga pendidikan madrasah hingga gaji para guru madrasah diniyah. Mu’ti menekankan, seharusnya masalah tersebut diutamakan.

“Lebih baik diutamakan mengurus madrasah-madrasah yang masih tertinggal, guru-guru diniyah yang gajinya di bawah UMR, atau persoalan lain yang saya kira lebih substantif dalam kaitannya pembinaan masyarakat,” tegasnya.

“Ekstremisme itu ada dalam hampir semua kelompok masyarakat,” tambahnya.