Minggu, 24 Oktober, 2021

Antrean Perpanjangan Paspor Makan Korban, DPR Desak KBRI Kuala Lumpur Lakukan Evaluasi

MONITOR, Jakarta – Salah seorang pekerja migran meninggal dunia saat mengantri perpanjangan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Kamis malam (31/10). Korban yang diketahui bernama Tamam asal Bawean, Jawa Timur itu disebutkan memiliki riwayat penyakit jantung.

Atas kejadian tersebut, Anggota Komisi I DPR-RI dan wakil rakyat Dapil DKI Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri, Christina Aryani mengaku prihatin. “Terlepas dari apa pun penyebab meninggalnya, sangat disayangkan sampai ada yang meninggal, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (1/11/2019).

Bagi Christina, kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi bagi pihak KBRI Kuala Lumpur termasuk tentunya Kementerian Luar Negeri di Jakarta. Ia mengaku heran mengapa proses pengantrian memakan waktu sangat lama.

“Jika ternyata layanan pengambilan nomor urut paspor bisa dilakukan secara online, nyatanya para pekerja migran tetap memilih mengantri, ini bisa saja karena ketidaktahuan dan itu artinya kurangnya sosialisasi dari KBRI terkait mekanisme pengurusan dokumen,” ungkapnya.

“KBRI dan stakeholders lainnya harus memastikan sistem ke depan dibuat lebih mudah dan lebih cepat mengingat kondisi para pekerja migran kita yang datang dari berbagai titik di Kuala Lumpur dan sekitarnya, yang tentunya membutuhkan biaya transportasi, termasuk potensi kehilangan upah karena ijin tidak bekerja,” tegas anggota Fraksi Golkar tersebut.

Ia juga meminta KBRI mengantisipasi trend peningkatan antrian dan tidak sekedar reaktif sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER