Wakil Menteri BUMN Diharap Diisi Figur Berpengalaman di Birokrasi Kementerian

62
Ilustrasi : Gedung Kementerian BUMN

MONITOR, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir tengah mencari sosok wakil menteri yang akan membantunya mengurusi perusahaan plat merah milik negara. Terkait dengan hal tersebut, bos Mahaka Group itu bahkan mengaku sudah mengusulkan tiga sampai empat nama ke Jokowi sebagai calon wakil menteri BUMN.

“Kita mengajukan beberapa nama beliau menyeleksi malam ini kemungkinan segera diangkat besok,” kata Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Sementara itu, Koordinator Sinergi Kawal BUMN Arief Rachman berharap keberadaan Wamen BUMN nantinya akan mempermudah membina 142 perusahaan dan ratusan anak serta cucu perusahaan. Ia pun berharap sosok yang akan menjadi Wamen BUMN dari kalangan profesional.

“Terkait adanya perubahan nomenklatur Kementerian BUMN yaitu adanya penambahan jabatan Wakil Menteri (Wamen) dalam struktur kementerian BUMN sebagaimana arahan Presiden Jokowi, kami memandang untuk mengisi jabatan penting tersebut adalah figur yang berpengalaman dalam mengelola birokrasi Kementerian BUMN atau pejabat tinggi di kementerian BUMN bukan dari perusahaan mengingat Pak Erick Thohir bukan berlatarbelakang birokrat,” ujarnya, kepada media di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Selain itu lanjut Arief, perlunya mengoptimalkan peran dan fungsi ke-deputian Kementerian BUMN dalam rangka meningkatkan kinerja. Juga pembinaan dan pengawasan pada BUMN berdasarkan cluster yang dibidangi deputi-deputi tersebut.

“Skema holdingisasi BUMN yang sudah dilakukan sejak era Menteri BUMN Tanri Abeng hingga Rini Soemarno harus terus dilakukan sesuai arahan Presiden Jokowi yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah,” jelasnya.

Arief menambahkan, BUMN harus didorong agar konsentrasi dan fokus pada core bisnis-nya. Yakni dalam rangka membangun BUMN maju menjadi perusahaan berkelas dunia serta berdaya saing.

“Menteri BUMN harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja (Direksi/Komisaris) BUMN yang dinilai tidak perform, cenderung merugi serta minim inovasi,” pungkasnya.