PDIP Berharap Jokowi Tidak Pilih Menteri yang ‘Bertopeng’ Kekuasaan

23
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat ditemui di Kantor DPP PDIP (dok: Rizal Monitor)

MONITOR, Jakarta – Pasca dilantik bersama Ma’ruf Amin pada prosesi Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 kemarin, Minggu, 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya bakal mengumumkan susunan menteri dan kepala lembaga negara pengisi Kabinet Kerja Jilid II hari ini, Senin, 21 Oktober 2019.

Pesan itu disampaikan Jokowi ketika hendak menuju lokasi pelantikan di kompleks Parlemen Senayan. “Mudah-mudahan besok pagi saya bisa kenalkan menteri-menteri saya,” ujar Jokowi di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Dikatakan Jokowi, pengumuman jajaran menteri dan kepala lembaga negara ini bakal dilakukan sebelum Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Jepang.

“Kita umumkan sebekum Pak KH Ma’ruf Amin ke Jepang menghadiri pelantikan Kaisar Jepang,” ujarnya.

Disebutkan Jokowi, para menteri dan kepala lembaga negara akan langsung dilantik setelah resmi diumumkan ke publik. “Dikenalkan dulu, baru kemudian dilantik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya berharap dalam memilih menteri, Jokowi dapat memilih menteri-menteri dan kepala lembaga negara pengisi Kabinet Kerja Jilid II yang tepat untuk membantu pekerjaannya lima tahun mendatang.

“Kami mendoakan Pak Jokowi dapat memilih menteri-menteri yang tidak pakai topeng kekuasaan. Harus bisa memilih menteri yang betul-betul berdedikasi bagi bangsa dan negara. Untuk itu, kami percaya Pak Jokowi betul-betul memilih menteri yang terbaik karena itu semua untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujar Hasto usai acara doa bersama dan potong tumpeng pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 20 Oktober 2019.

Menyinggung jumlah kursi menteri yang bakal diraih PDIP?

Hasto enggan membeberkan jumlahnya. Namun, menurutnya, PDIP diyakini memperoleh jatah menteri terbanyak dibanding partai lainnya.

“Kalau masalah kursi kan kurang elok kami sampaikan berapa yang dapat, tapi yang jelas PDIP kemungkinanan terbanyak. Itu pun kami maknakan sebagai sebuah komitmen bagi PDIP untuk mengawal dan memastikan keberhasilan Pak Jokowi-Ma’ruf Amin,” pungkasnya.