Golkar dan PKS Bersaing Rebut Kursi Pimpinan Komisi B DPRD DKI

85
Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta (dok: Tempo)

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat Jakarta saat ini tengah fokus melakukan pembahasan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Tak hanya itu, lobi-lobi politik untuk mendapatkan posisi pimpinan komisi juga gencar dilakukan sejumlah fraksi di DPRD DKI.

Fraksi Partai Golkar misalnya, Fraksi yang hanya mendapat enam kursi ini sedang berjuang mati-matian untuk mendapatkan posisi pimpinan komisi.

“Dengan jumlah enam kursi, kami kira Fraksi Golkar bisa mendapat satu kursi pimpinan komisi meskipun hanya dengan jabatan sekretaris komisi,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar Basri Baco kepada MONITOR, Jumat (18/10).

Lantas komisi mana yang menjadi incaran Fraksi Golkar?

Dijawab Baco, untuk posisi pimpinan komisi, fraksi yang dipimpinannya menargetkan satu kursi sekretaris Komisi B.

“Ya, kami di Golkar menargetkan satu kursi pimpinan di Komisi B,” terang Baco.

Bahkan kata Baco, Fraksi Golkar sudah menyiapkan atau menunjuk figur yang nantinya duduk sebagai sekretaris Komisi B.

“Fraksi Golkar sudah menunjuk saudara Taufik Azhar untuk duduk di Sekertaris Komisi B,” jelasnya.

Ternyata tak hanya Fraksi Golkar yang berharap mendapatkan satu kursi pimpinan di Komisi B. Fraksi PKS pun ternyata mengincar satu kursi pimpinan di Komisi B.

Hanya saja dengan raihan 16 kursi di DPRD, PKS menargetkan posisi Ketua Komisi B.

“Insya Allah, target kami meraih kursi Ketua Komisi B bisa terealisasi ya,” ungkap Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Mohamad Arifin.

Arifin pun mengaku dengan jumlah 16 kursi, PKS bisa mendapat dua posisi pimpinan di Komisi dan Badan.