PKS Ingin Berjuang Hapus Pajak Motor di Ibukota

57
Pengendara motor di Ibukota (dok: net)

MONITOR, Jakarta – Rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menghapus pajak motor akan didorong Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta. Fraksi yang mempunyai 16 kursi di DPRD DKI ini menyatakan akan berjuang keras untuk merealisasikan menghapus pajak motor di Ibukota.

“Pasti dong, kami dorong soal penghapusan pajak gratis di Ibukota karena ini bagian visi kami dalam membantu mewujudkan Maju Kotanya Bahagia Warganya,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Arifin kepada MONITOR di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/10).

Arifin pun mengklaim, telah melakukan kajian terkait penghapusan pajak kendaraan bermotor tersebut. “Dari kajian kami, penghapusan pajak motor tidak akan mengganggu penghasilan pendapatan pajak daerah Pemprov DKI,” terang Arifin.

Oleh karenanya, kata Arifin PKS akan berjuang keras untuk mewujudkan penghapusan pajak motor tersebut.

Sebelumnya usulan penghapusan pajak motor oleh PKS, pernah ditentang oleh anggota DPRD periode 2014-2019.

Adalah Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso yang menolak program Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghapus pajak kendaraan motor seandainya menang di Pemilu 2019.

“Tidak bisa dong (hapus pajak), masak dihapus, tidak tepat,” kata Santoso saat dihubungi, Jumat (23/11).

Santoso mengatakan pajak kendaraan bermotor menyumbang jumlah yang signifikan bagi PAD DKI.

Dari data realiasi penerimaan pajak daerah DKI per 15 November 2018, realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor mencapai Rp7,2 triliun.

Kemudian penerimaan dari pajak Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp4,695 triliun. Lalu untuk penerimaan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) mencapai Rp1,022 triliun.

Data itu tak secara rinci menjelaskan soal berapa penerimaan pajak dari sepeda motor dan berapa penerimaan pajak dari mobil. Meski begitu Ketua DPD Demokrat DKI ini menyebut jika pajak untuk sepeda motor dihapuskan, maka bisa saja berdampak pada anggaran pembangunan di Jakarta.

“Kalau misalnya dihilangkan mau dari mana DKI (melakukan) pembangunan,” ucap Santoso.

Diketahui, jumlah sepeda motor di Jakarta pada 2012 mencapai 10,82 juta unit. Angka ini terus meningkat menjadi 13,3 juta unit pada 2016. Dengan rerata pertumbuhan 5,3% per tahun, jumlah sepeda motor diperkirakan mencapai 14 juta unit pada 2017 dan 14,74 juta unit pada 2018.