NU Gelar 1 Miliar Shalawat Nariyah di Hari Santri Nasional

48
Ilustrasi gambar Hari Santri Nasional (HSN)

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, PBNU rupanya bakal menggelar sejumlah kegiatan menarik, diantaranya adalah Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019. Bukan sekadar panggung biasa, kabarnya akan ada pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah untuk keselamatan bangsa secara serentak seluruh Indonesia.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Agus Salim mengatakan, PBNU akan mengkoordinir warga NU dan kalangan pesantren untuk bersama-sama membaca shalawat Nariyah serentak di masing-masing lokasi dan titik domisilinya.

Rencananya, kegiatan ini berpusat di Masjid Raya KH. Hasyim Asy’ari, Jakarta. Agus Salim menuturkan, pembacaan shalawat Nariyah ini dilakukan setelah sholat Isya pada Senin malam Selasa, 21 Oktober 2019.

“Diikuti serentak warga NU dari Sabang sampai Merauke serta luar negeri,” ujar Agus Salim di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (15/10).

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, ia menjelaskan ada beberapa tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini. Pertama, mengharap berkah dan sekaligus memohon pertolongan kepada Allah agar bangsa Indonesia selamat dari ancaman apapun.

“Kita berharap tetap senantiasa hidup damai dan semoga menjadi apa yang disebut sebagaiĀ baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur,” ucapnya.

Kedua, lanjut dia, dalam momentum pembacaan 1 miliar shalawat Nariyah ini, PBNU juga ingin mengenang dan sekaligus mendoakan para pahlawan yang gugur dan tulus membela kedaulatan Tanah Air.

“Jasa mereka, utamanya para ulama, selain harus kita kenang, yang tidak kalah penting adalah harus kita teladani,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Malam Puncak Hari Santri Nasional 2019 KH. Misbahul Munir mengatakan acara di Masjid Raya KH. Haayim Asy’ari ini akan diikuti oleh Ulama di Jajaran PBNU. Selain itu, juga akan dihadiri oleh Wakil Presiden.

“Iya, Kyai Ma’ruf akan hadir memberikan pidato kebangsaan, Gubernur DKI Jakarta Pak Anis juga hadir, serta alim ulama,” imbuh Misbah.