Telan Biaya 300 Milyar, Menag Harap Kampus Baru UIN Mataram Bermanfaat dengan Baik

193
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Istimewa)

MONITOR, Mataram – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dapat mengisi bangunan fisik kampus yang saat ini sudah selesai dibangun.

Menurutnya, gedung ini hanyalah merupakan benda mati. Maka yang lebih penting adalah bagaimana mengisinya dengan aktifitas yang bermanfaat bagi seluruh stakeholder.

“Sepenuhnya berpulang kepada kita apakah bangunan-bangunan itu nanti dapat bermanfaat atau tidak,” katanya saat melakukan soft launching sembilan gedung baru UIN Mataram di Auditorium UIN Mataram, Selasa (15/10).

Lebih lanjut Menag mengatakan, peresmian gedung ini sebenarnya sebagai awal dari rangkaian proses mengisi dan memaknai bangunan itu. “Perguruan tinggi Islam bertanggungjawab mengawal, menjaga, dan memelihara kehiduan keagamaan bangsa kita yang dikenal agamis dan mejemuk ini. Maka wajib bagi civitas akademika UIN Mataram menjaga Islam wasatiyah yang diwariskan para pendahuu kita” katanya.

Gedung-gedung ini, kata Menag, pada dasarnya berdiri kokoh ini karena kerjasama yang kuat dari seluruh unsur yang ada, mulai batu-batu, semen, tiang pancang, beton, besi, hingga butiran pasir yang bersatu padu. “Maka agar UIN Mataram dapat memiliki makna yang dalam, memerlukan sinergitas antar semua civitas akademika dan stakeholder luar secara harmonis” katanya.

Peresmian gedung pada dasarnya adalah akhir dari sebuah proses panjang, mulai rencana yang disusun, kemudian diorganisir dan dikoordainasikan serta dilaksanakan dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

Kepada mahasiswa, Menag berpesan agar berlaku baik menjaga gedung ini. Ketika mahasiswa ingin memperjuangkan aspirasi, sampaikan dengan kekuatan inteketual, argumentasi, dan hujjah yang berlandaskan nalar dan logika akal sehat. “Saya selalu sedih ketika mahasiswa mengagregasi aspirasi secara berlebihan sampai merusak fasilitas, termasuk kampusnya sendiri.

Secara keseluruhan, normalisasi UIN Mataram meliputi pembangunan 9 gedung baru dan infrastruktur pendukung yang terdiri dari enam general building dan tiga faculty building di atas total area 25.150m2, dan alokasi anggaran USD 21,428,994

Program ini disebut Four in One, karena ada empat perguruan tinggi keagamaan islam (PTKIN) sebagai beneficiary dari proyek ini, yaitu UIN Sumatera Utara, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Walisongo Semarang dan UIN Mataram.

Pada semua program itu, IsDB memberikan pinjaman dana kepada pemerintah Indonesia sebesar USD 123,750,000. Dana tersebut sebagian besar dipergunakan untuk pembangunan gedung dan pengadaan peralatan laboratorium serta teknologi informasi.

Disamping dana dari IsDB, terdapat dana dari pemerintah Indonesia dengan anggaran sebesar USD 36,169,885 yang dialokasikan sebagian besar untuk kegiatan non fisik, antara lain untuk pengembangan kurikulum, program-program pelatihan, dan pengembangan tatakelola perguruan tinggi. Selain itu dana ini juga dipergunakan untuk pengadaan furniture & fixture, penyiapan lahan, landscape, penerangan jalan dan drainase.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, yang hadir pada acara itu mengungkapkan optimismenya kepada kampus Islam di Mataram ini. “Saat ini harapan masyarakat tengah membuncah. Maka saya berharap UIN Mataram dapat bertindak sebagai mercu suar yang akan membimbing masyarakat sekitar” katanya.

Sebagai kawasan wisata yang mendapat pengaruh dari mana-mana, masyarakat Mataram harus memiki prinsip yang kuat. Sementara ini faktanya, masyarakat modern banyak dilanda gelisah dan terombangambing ketidakpastian. “Maka gedung megah ini mudah-mudahan dapat berinteraksi dengan masyarakat sebagai penyejuk jiwa dan bimbingan,” katanya.

UIN Mataram adalah bagian dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang dinaungi oleh Kementerian Agama. PTKIN itu terdiri dari 7 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), 34 Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan 17 Universitas Islam Negeri (UIN).