Kedahsyatan Badai Hagibis yang menghantam Jepang

Infografis Badai Hagibis monitor.co.id

MONITOR – Badai paling dahsyat selam 60 tahun terkahir yang menghantam Jepang. Topan Hagibis menerjang Semenanjung Izu, barat daya Tokyo pada Sabtu (12/10) 19:00 waktu setempat dan bergerak ke pantai timur pulau utama Jepang dengan kecepatan angin 225 km/jam.

Topan menghantam Jepang sejak sabtu (12/10) hingga minggu (13/10) lebih dari 270.000 rumah mengalami mati listrik

Setidaknya 33 orang dikabarkan meninggal karena topan Hagibis ini. Sekitar 18 orang juga dikabarkan hilang, sedangkan 175 lainnya luka-luka.

Sejumlah kota dikabarkan terendam air. Sungai-sungai meluap karena hujan deras yang melanda. Kerusakan paling besar terjadi di kota Nagano.

Badan Meteorologi Jepang telah memperingatkan bahwa hujan setinggi setengah meter dapat turun di daerah Tokyo antara Sabtu dan Minggu

Banyak layanan kereta cepat telah dihentikan dan beberapa jalur di kereta bawah tanah Tokyo dihentikan sejak hari Sabtu

Lebih dari seribu penerbangan dari dan ke bandara Haneda di Tokyo dan bandara Narita di Chiba telah dibatalkan.

Kompetisi balap Formula 1 Ditunda, kualifikasi Grand Prix Jepang pada hari Sabtu “demi kepentingan keselamatan bagi para penonton, pebalap dan semua orang di Sirkuit Suzuka”.

Dua pertandingan Piala Dunia Rugby yang dijadwalkan pada Sabtu dibatalkan karena alasan keamanan dan dinyatakan sebagai seri. Pembatalan ini adalah yang pertama dalam 32 tahun sejarah turnamen.

Setidaknya terjadi 20 topan per tahun di Jepang, namun Tokyo jarang diterjang dengan topan skala ini.