PDIP: Negara Tidak Boleh Kalah Dengan Aksi Radikalisme dan Intoleran

91
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat ditemui di Kantor DPP PDIP (dok: Rizal Monitor)

MONITOR, Jakarta – Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi intoleransi dan radikalisme.

Hal itu terkait dengan penusukan yang dilakukan orang tidak dikenal kepada Menko Polhukam Wiranto, di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

“Seluruh jajaran penegak hukum tidak perlu ragu-ragu (dalam menindak). Sebab, Negara memiliki kedaulatan. Ini dasar legalitas hukum tertinggi. Demikian halnya, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia tidak hanya menjadi salah satu tujuan bernegara. Namun juga menjadi landasan hukum di dalam menciptakan keamanan dan ketentraman masyarakat,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (13/10).

“Kerena itulah jangan ragu-ragu menindak para pengganggu keamanan, para teroris, dan aktor intelektual yang berdiri di belakang gerakan radikalisme,” tambahnya.

Sementara terkait insiden yang dialami Wiranto, Hasto mengatakan, hal itu harus disikapi secara serius.

“Pelaku tidak hanya menjadi bagian dari gerakan radikalisme yang tidak hanya merongrong kewibawaan negara,” paparnya.

“Dan apa yang dilakukan adalah pengibaran bendera perlawanan terhadap pemerintahan yang sah; terhadap ideologi negara; perlawanan terbuka terhadap pejabat teras pemerintah yang menjadi simbol kebijakan politik dan keamanan negara,” sebut dia.

PDIP, sambung Hasto meyakini bahwa Presiden Jokowi akan sangat mampu dalam bertindak tegas untuk mengikis habis paham radikalisme yang tentu saja bertentangan dengan Pancasila.

“Presiden Jokowi diyakini mampu bertindak tegas, komprehensif, dan berkelanjutan guna mengikis habis paham radikalisme,” tandasnya.