Kutuk Penyerangan Wiranto, MUI Ajak Masyarakat Waspada Terorisme

50
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi (Foto: Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Publik digegerkan dengan peristiwa penyerangan oleh orang tidak dikenal kepada Menko Polhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten yang terjadi sekitar pukul 11.50 WIB, Kamis (10/10) pagi tadi. Respon beragam pun muncul atas peristiwa tersebut tak lama setelah kejadian.

Turut merespon peristiwa tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras upaya penyerangan terhadap Menko Polhukam, bahkan melalui Wakil Ketua Umumnya, Zainut Tauhid Sa’adi, MUI menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan brutal yang tidak dapat ditolerir.

“Apapun alasannya, tindakan brutal tersebut tidak dapat ditolerir. Ajaran agama mana pun tidak membenarkan tindakan kekerasan, menebar ketakutan, mencelakai orang yang tidak berdosa, apalagi membunuh pejabat negara yang sedang melaksanakan tugas. Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama,” ujar Zainut Tauhid melalui pesan tertulis.

Lebih lanjut ia menjelaskan, MUI menduga pelaku adalah anggota dari jaringan terorisme yang masih beroperasi di Indonesia. Ia pun meminta kepada masyarakat, agar peristiwa tersebut dapat meningkatkan kesadaran bahwa jaringan terorisme di Indonesia masih aktif.

“Hal ini menyadarkan kepada kita bahwa gerakan paham radikal dan terorisme masih aktif di Indonesia sehingga menuntut kewaspadaan kita bersama,” tandasnya.

Terakhir, MUI meminta kepada pihak kepolisian untuk mendalami perkara tersebut sehingga diketahui motif hingga jaringan si pelaku. 

“MUI meminta kepada kepolisian untuk mendalami perkara tersebut, sehingga diketahui motif pelakunya dan mengungkap jaringannya, agar dapat diberantas sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.