Pemerintah Ngeluh BPJS Defisit, Demokrat: Kita Suruh Rakyat Berdoa

547
Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon (dok: net)

MONITOR, Jakarta – BPJS Kesehatan semakin hari terus mengalami defisit anggaran. Bahkan tahun ini saja bisa mencapai Rp 32 triliun. Atas dasar itulah, pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan kenaikan iuran adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah defisit tersebut. Ia menyebut, masyarakat banyak yang menggunakan fasilitas BPJS untuk semua macam penyakitnya.

“Kita terlalu dimanja, sakit sedikit langsung ke RS, padahal penyakitnya bisa diatasi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” kata Mardiasmo, belum lama ini.

Menanggapi pernyataan Wamenkeu, Politisi Demokrat Jansen Sitindaon rupanya menyayangkan hal tersebut terlontar saat defisit BPJS Kesehatan terjadi. Pemerintah bukannya memunculkan solusi, melainkan menyalahkan rakyat.

“Iya sudah pak. Mulai sekarang kita suruh rakyat banyak-banyak berdoa aja. Biar tidak dikasih sakit. Karena kasihan bapak dan negara jadi capek gini khan. Padahal bapak kan mau santai-santai,” ucap Jansen Sitindaon menyindir, Rabu (9/10).

Selain meminta maaf, Ketua DPP Demokrat ini juga menyoroti masalah manajemen data di BPJS Kesehatan.

“Kami rakyat ini minta maaf sudah ngerepoti bapak. Perbaikan manajemen itu dilakukan dengan melihat ulang data kepesertaan untuk penertiban data anggota. Kemudian pemerintah juga meminta 60% dari Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dibenahi,” tukas politisi asal Sumatera Utara ini.