Rekomendasi KADIN untuk Perbaikan Industri Sektor Kelautan Perikanan

48
Rapat Bidang Kelautan dan Perikanan KADIN, Selasa (8/10/2019). Foto: Istimewa

MONITOR, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah untuk perbaikan kebijakan dan regulasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan dalam rapat bidang kelautan dan perikanan di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta. Selasa (8/10/2019).

Ketua Penasehat KADIN Bidang Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri mengatakan rekomendasi yang disampaikan meliputi kebijakan dan regulasi pembangunan tentang perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi perairan, perdagangan perikanan dalam negeri dan ekspor.

“Kami juga mendorong pemerintah agar membangung kapasitas (capacity building) SDM Kelautan Perikanan, Litbang, dan tata kelola KKP yang baik dan benar,” ujarnya.

Guru Besar IPB tersebut menambahkan untuk mendorong ekspansi pengembangan ekonomi kelautan perlu kebijakan umum yang berkaitan dengan Kedaulatan (sovereignty), Keamanan (security), Pembangunan ekonomi (prosperity) dan Konservasi sumber daya alam dan lingkungan (sustainability).

“Pengembangan ekonomi kelautan dapat dilaksanakan melalui pembangunan klaster-klaster industri kelautan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek perlunya jenis industri yang sesuai, jumlah industri yang sesuai dengan skala ekonomi, penerapan sistem rantai produksi terpadu hulu sampai hilir, penerapan teknologi tepat guna/mutakhir, penggunaan energi baru terbarukan lokal, daya saing tinggi, inklusif dan ramah lingkungan/budaya, pembangunan yang terintegrasi dengan sektor-sektor lain seperti kesehatan, rekreasi, pemukiman dan penerapan pola kawasan ekonomi khusus,” ujar mantan menteri kelautan dan perikanan tersebut.

Dalam menerapkan pembentukan klaster industri kelautan, lanjut Rokhmin diperlukan paket kebijakan khusus yang mencakup penyediaan infrastruktur oleh pemerintah, regulasi khusus berkaitan dengan perizinan, perpajakan dan bea cukai, penyediaan SDM yang berkualitas termasuk pembangunan sekolah nelayan dan optimalisasi fakultas perikanan, kredit perbankan khusus, iklim investasi yang kondusif dan intensifikasi pembelajaran dari kesuksesan negara lain.