Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia, Aditya Perdana
MONITOR, Jakarta – Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Aditya Perdana mengatakan bahwa jika sistem politik dinasti menguat, maka akan sangat mempengaruhi sistem politik demokrasi di Indonesia.
“Jadi, sistem politik dinasti semakin kuat dan mengancam kualitas berdemokrasi di Indonesia,”kata Aditya, di Jakarta, Minggu (6/10).
Peryataan Aditya melihat fenomena sejumlah legislator terpilih yang merupakan bagian keluar dari beberapa kepala daerah. Ia pun tidak menampik bahwa potensi politik uang dalam pelaksanaan pemilihan juga menjadi salah satu pemicu rusaknya demokrasi di Indonesia
“Tentu hal itu menjadi stimulus menguatnya sistem dinasti. Korelasinya, apakah tokoh atau figur ini ketika memenangkan pertarungan di pilkada ataupun di pemilu legislatif menggunakan uang atau tidak,” sebutnya.
“Karena biasanya menggunakan politik uang. Dan biasanya pula, yang terkuat dan memiliki jaringan kuat biasanya adalah dinasti yang berkuasa di daerah tersebut,” pungkas dia.
MONITOR, Jakarta - Sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor…
MONITOR, Malang - Pemerintah melalui Danantara melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, dengan Kabupaten Malang,…
MONITOR, Jakarta - Sejumlah kementerian dan lembaga negara hari ini, Kamis (5/2/2026), berkumpul di Jakarta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat pengawasan melekat terhadap petugas haji dalam…
MONITOR, Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Board of Peace (BOP) dan membawa…
MONITOR, Lumajang - Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lumajang kian…