Dahnil Anzar Geram Puluhan Mahasiswa DO Akibat Ikut Demo

Aksi Demonstrasi Mahasiswa menolak RKUHP di Gedung DPR RI, Senin (23/9/2019)

MONITOR, Jakarta – Ancaman drop out atau DO bagi pelajar dan mahasiswa yang melakukan aksi demo ternyata bukan isapan jempol belaka. Pada hari Selasa (1/10) kemarin, puluhan pelajar dan mahasiswa dilaporkan sudah dikeluarkan dari sekolahnya akibat ikut demo.

Politikus Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak sangat menyayangkan ancaman DO itu terjadi. Dosen Untirta ini mengatakan, DO adalah bentuk ancaman serius terhadap konstitusi Indonesia.

“Ancaman DO oleh kampus untuk mahasiswa yang berdemonstrasi adalah ancaman serius terhadap konstitusi Indonesia,” ujar Dahnil mengkritik, Jumat (4/10).

Aktivis Muhammadiyah ini menilai, seharusnya kebebasan menyuarakan pendapat bisa dihormati dan dijunjung tinggi terutama di kalangan civitas akademika.

“Ancaman serius terhadap kebebasan mimbar yang seharusnya dijunjung tinggi oleh Universitas,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah sekolah tinggi melarang mahasiswanya turun ke jalan, misalnya Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatra Utara, yang mengeluarkan surat edaran agar dipatuhi mahasiswanya. Pun demikian, Menristekdikti Mohammad Nasir mengancam akan memberikan sanksi bagi rektor universitas negeri yang membolehkan mahasiswanya ikut aksi.

Nasir mengatakan, ancaman itu berupa sanksi administrasi dan tidak tertutup kemungkinan sanksi pidana jika terbukti ada bukti kriminalitas. Meskipun belakangan, ia mengelak adanya peringatan itu.