AJI Padang Himbau Jurnalis Tak ‘Perkeruh’ Suasana di Wamena

10

MONITOR, Jakarta – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang Andika Destika Khagen menghimbau kepada seluruh jurnalis dan media untuk tidak memuat berita yang mengandung SARA serta berpotensi memantik kerusuhan yang tengah terjadi di Kota Wamena, Provinsi Papua.

Hal itu sebagaimana berpedoman pada kode etik Jurnalistik, terutama yang tertuang dalam Pasal 8.

“Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani,” kata Andika menjelaskan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/9).

Tidak hanya itu, ia juga meminta agar tetap melakukan kritik kepada penanganan keamanan di Papua, khususnya Wamena.

“Sehingga korban tidak terus bertambah dan kondisi segera membaik,” terangnya.
Andika juga meminta agar jurnalis dan media tetap menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam peristiwa konflik, khususnya yang terkait di Wamena saat ini.

“Jurnalisme damai tidak akan menghilangkan fakta, namun lebih menonjolkan pemberitaan yang bisa menurunkan tensi konflik dan segeranya ada penyelesaian, sehingga korban tidak terus bertambah,”ucap dia.

“Meminta pemerintah untuk membuka akses informasi di Wamena dan terus menginformasikan kondisi terkini, agar informasi bohong atau hoax tidak berkembang, yang akan menambah konflik,” pungkasnya.