Pernyataan Jokowi soal Perppu KPK, Temui Mahasiswa dan Dugaan Kekerasan Aparat

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta. Kamis (27/9/2019). Foto: Setkab.go.id

MONITOR, Jakarta – Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan puluhan tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta. Kamis (27/9/2019).

Usai pertemuan, Jokowi memberikan pernyataan mengenai pembicaraan dengan para tokoh tersebut yang tak lain membahas situasi nasional khususnya tuntutan masyarakat soal penolakan beberapa undang-undang kontroversial seperti RKUHP, dan Revisi UU KPK.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyikapi gerakan aksi mahasiswa termasuk rencana akan bertemu dengan para perwakilan mahasiswa dari BEM dan berjanji akan menindaklanjuti adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat mengamankan aksi mahasiswa pada Selasa 24 September 2019.

Berikut pernyataan lengkapnya :

“Baru saja tadi saya mengadakan pertemuan dengan senior-senior saya, dengan guru-guru saya, dan banyak sekali pandangan-pandangan, masukan-masukan yang diberikan kepada saya dalam rangka peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini yang terjadi di negara kita Indonesia.

Tadi saya berbicara mengenai, pertama mengatasi karhutla yang terjadi utamanya di Sumatera dan Kalimantan, baik menggunakan pembangunan kanal-kanal, kemudian juga water bombing, pembuatan hujan buatan, kita tahu itu sangat mengurangi kejadian-kejadian titik api di lapangan, dan saya lihat saat ini sudah sangat berkurang.

Kemudian, kedua berkaitan dengan RUU KUHP, banyak sekali masukan yang kami terima dan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, atas masukan-masukan baik yang berkaitan dengan hukum yang terlalu masuk ke wilayah privat. Ini saya kira sebuah masukan yang baik, dan juga berkaitan dengan pasal-pasal lainnya, termasuk pasal penghinaan terhadap presiden.

Dan yang ketiga, berkaitan dengan UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali masukan yang diberikan kepada kita, utamanya masukan itu berupa, utamanya berupa penerbitan perppu. Tentu saja ini akan segera kita hitung, kalkulasi, dan nanti setelah kita putuskan akan kita sampaikan kepada senior dan juga guru-guru saya yang hadir pada sore hari ini.

Dan saya menyampaikan mengenai penghargaan saya, apresiasi saya terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Yang ini saya kira sebuah bentuk demokrasi kepada kita. Dan masukan-masukan yang disampaikan kepada saya nanti akan menjadi catatan besar yang kurang yang ada di negara kita. Yang paling penting jangan sampai demo merusak fasilitas umum, anarkis dan merugikan kita semuanya.

Tanya-Jawab:

Kemungkinan akan mengeluarkan perppu?

Tadi banyak masukan dari para tokoh mengenai pentingnya diterbitkannya perppu.

Tadi kan sudah jawab, akan kita kalkulasi, akan kita hitung, akan kita pertimbangkan terutama dari sisi politiknya.

Berapa lama?

Tadi sudah saya sampaikan kepada beliau secepat-cepatnya dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Anda minta pasal penghinaan presiden dihapus?

Nanti, nanti.

Perppu pertimbangannya apa?

Sekarang saya mau mempersilakan kepada beliau untuk menyampaikan.

Rencana bertemu mahasiswa?

Rencana besok kami akan bertemu dengan para mahasiswa utamanya dari BEM.

Soal kekerasan oleh aparat kepolisian?

Tadi kami juga sudah mendapat masukan tentang itu, saya akan telepon langsung Kapolri, dalam menangani setiap demokrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang tidak represif, dan terukur. Tapi kalau sudah anarkis, seperti tadi malam, memang harus tindakan tegas.