Hari Tani, PMII Banyuwangi Demo Tuntut Penutupan Tambang Emas Tumpang Pitu

MONITOR, Banyuwangi – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Banyuwangi bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di Halaman Kantor DPRD Banyuwangi, Selasa (24/9/2019).

Dalam aksi tersebut, massa melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda keranda hitam yang bermakna bahwa Bupati dan DPRD Banyuwangi wafat dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Aksi ini dimulai dengan longmarch dari Untag sampai ke Kantor DPRD. Sesampainya di lokasi ada banyak tema dan tuntutan yang di angkat di aksi peringatan Hari Tani Nasional ini. Salah satunya adalah tentang Tambang Emas Tumpang Pitu yang sampai detik ini masih beroperasi

“Banyak persoalan yang kami angkat dan itu menjadi beberapa tuntutan dalam aksi gabungan ini. Salah satunya adalah tambang emas tumpang pitu yang ada di Pesanggaran, yang sampai detik ini masih menuai pro kontra,” ujar koordiator aksi dari PMII, Wahyu dalam orasinya.

“Kami tidak ingin tragedi tsunami tahun 1994 dan banjir lumpur pada Agustus 2016 terulang kembali yang notabene itu sangat meresahkan masyarakat sekitar pertambangan. Kami akan tetap lantang menyuarakan Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Eksternal PC PMII Banyuwangi, Zein mengatakan pihaknya meminta agar status kawasan gunung tumpang pitu dari Hutan Produksi menjadi Hutan Lindung dikembalikan.

“Karena Gunung tersebut adalah benteng bagi masyarakat pesanggaran dan pancer dari bencana tsunami,” katanya.

Zein meminta Kepala dinas energi dan sumber daya mineral (ESDM) provinsi Jawa Timur segera mencabut izin usaha pertambangan (IU) yang beroperasi di Tumpang Pitu.