Kerap Unggah Vlog Jokowi dan Cucu, Demokrat Usul KSP Dibubarkan

2609

MONITOR, Jakarta – Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean gerah melihat sejumlah konten vlog Presiden Joko Widodo dan cucunya, Jan Ethes Srinarendra, kerap dijadikan bahan postingan oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Ia menilai, hal tersebut tak sesuai dengan fungsi dibentuknya KSP.

Ferdinand pun menilai, Jokowi lebih membutuhkan tim diskusi untuk memperkuat kebijakannya dalam mengatasi urusan publik, dibandingkan dengan memposting kehidupan privatnya di ruang publik.

“Melihat lolosnya vlog Jokowi dan Jan Etes di Istana Bogor yang kurang tepat momennya, saya pikir Kantor Staf Presiden dibubarkan saja karena tidak jelas fungsinya apa,” ujar Ferdinand memberikan komentar, Senin (23/9).

“Pak Jokowi lebih butuh teman diskusi (tim kecil) yang punya hati dan insting publik yang tajam,” tambahnya.

Ia menambahkan, semestinya media sosial resmi presiden itu menampilkan konten yang sudah dikaji dari berbagai sudut, baik dari tata bahasa, substansi, dampaknya dan perlindungan opini bila ada serangan balik.

“Hal seperti ini mestinya tugas KSP daripada ngomentari asap tapi salah pula,” tukasnya.

Ia pun menyarankan, agar di periode selanjutnya, kabinet tak perlu lagi KSP lantaran kinerjanya dianggap tak jelas. Ferdinand pun menyebut, keberadaan KSP hanya menghabiskan anggaran Negara saja.

“Saran saya, kabinet baru nanti tak perlu ada Kantor Staf Presiden karena fungsinya tidak jelas. Bahkan memberi masukan kepada Presiden saja tak mampu. Opini contra opini juga lemah, ngabisin uang rakyat saja tanpa mampu membantu presiden Jokowi setidaknya untuk hal-hal kecilku,” ucapnya memberikan saran.