Indonesia-Tajikistan, Fahri Hamzah: Kita Harus Belajar dari Bung Karno

50

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan bahwa Indonesia harus belajar dari Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno dalam menghargai negara-negara di Kawasan Asia Tengah.

Hal itu disampaikan Fahri dalam lawatannya memimpin delegasi Indonesia bertemu dengan parlemen dan kementerian luar negeri Tajikistan, di Dushanbe, Kamis (19/9).

“Setelah 25 tahun dan nilai perdagangan kedua negara belum menyentuh 1 Milyar Dollar itu angka yang kecil sekali. Padahal Bung Karno dulu mengajak kita dekat dan bersahabat dengan negara-negara di kawasan ini,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya.

Dikatakan dia, kedua negara berjanji akan memperkuat hubungan dalam berbagai bidang melalui diplomasi antar parlemen. Delegasi Indonesia didampingi Dubes RI untuk Kazakhstan & Tajikistan Rahmat Pramono juga bertemu Khusrav Noviri, Deputy Minister of Foreign Affairs.

Dari pertemuan dengan pihak Kemenlu Tajikistan, dua negara sepakat memperkuat kerjasama di 11 bidang yang telah dimulai nota kesepahamannya namun belum terealisasi optimal. 

Diantaranya, soal kerjasama pendidikan, akses bebas visa, pariwisata dan energi. Delegasi DPR diantaranya diikuti oleh Anggota DPR Rofi Munawar, Ahmad Zainuddin dan Sutriyono, selain para tenaga ahli dan Kesekreatariatan DPR.

Pada tahun mendatang, Presiden Joko Widodo direncanakan akan datang untuk kunjungan kenegaraan di negara yang dipimpin oleh Emomali Rahmon sejak 1990 ketika Tajikistan masih dalam bagian negara Uni Soviet.

Fahri Hamzah mengatakan bahwa ini kesempatan Indonesia membuka kedutaan resmi di Dushanbe. Saat ini Tajikistan masih dirangkap pelayanannya oleh Duta Besar RI di Nur Sultan, Kazakhstan.