Amran Perkenalkan Mekanisasi Pertanian ke Mahasiswa UIN Makassar

13

MONITOR, Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan Kuliah Umum Industri Pertanian era 4.0 kepada ribuan mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Kamis (19/9). Kegiatan ini digelar di Ruang Auditorium Kampus B, Jalan Sultan Alauddin, Romangpolong, Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kita ingin menunjukkan pertanian 4.0 kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa di UIN Alauddin Makassar agar bisa beradaptasi dengan teknologi yang kita miliki,” ujar Amran, Kamis sore.

Menurut Amran, mahasiswa perlu membuka pola pikir bahwa pertanian Indonesia sudah tak lagi menggunakan cara tradisional. Sebaliknya, pertanian yang dibangun adalah pertanian modern dengan mekanisasi dan perlengkapan modern yang super canggih.

“Saya berharap mulai hari ini mindset anak muda sudah harus berubah. Kenapa demikian, karena kita sudah siapkan peralatan modern seperti drone penebar benih, traktor autonomous dan alat pencacah dengan sistem remote control,” katanya.

Amran mengatakan, teknologi ini bisa berjalan dengan baik jika ada peranan besar dari anak muda dan mahasiswa pertanian. Kata dia, anak muda harus mampu membawa pertanian Indonesia maju dan menuju lumbung pangan dunia.

“Kita harus tunjukan kepada dunia bahwa negara kita bisa sejajar dengan Jepang dan Amerika. Dan itu sudah dibuktikan dengan pengolahan tanah yang hanya cukup 5 jam per hektar dari waktu biasa yang sampai 4 bulan orang kerja. Makanya kita harus membangun pertanian ini secara bersama-sama,” katanya.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pemberian kuliah umum spesial Mentan Amran kepada 2.000 mahasiswanya dari berbagai fakultas. Kata dia, momentum ini harus menjadi titik balik dan kemajuan besar mahasiswa pertanian UIN.

“Dengan hadirnya Pak Menteri dan bantuan 2.000 ekor ayam petelur, kami dari jajaran UIN Alauddin akan segera menerapkan ilmu yang diberikan kepada para mahasiswa yang hadir. Sekali lagi, kami mengucapkan terimakasih,” tukasnya.